Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pekerja Roti Arab (Arabnews.com)
Dream - Pemerintah Arab Saudi sangat serius dalam upayanya menjaring penduduk lokal untuk bekerja di sektor-sektor tertentu. Apapun cara ditempuh untuk membuat pengangguran Saudi berkurang. Bahkan bila perlu melarang pekerja asing bekerja di sektor tertentu.
Langkah inilah yang tengah dilakukan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) Arab Saudi yang akan memasukkan perusahaan atau toko roti dalam program Nitaqat atau Saudisasi pekerja.
Mengutip laporan Arabnews, Senin, 29 September 2014, Tayseer Al-Mufrej, pejabat dari Depnaker Saudi, mengatakan tingkat nasionalisasi pekerja di bisnis roti merupakan yang terendah. Menurut aturan program Nitaqat perusahaan atau roti harus memperkerjakan antara lima hingga 13 persen pekerja Saudi, tergantung pada ukuran perusahaan atau toko.
Sayang upaya pemerintah Saudi ini tampaknya kurang disetujui pelaku usaha. Komite Nasional untuk Perusahaan dan Toko Roti di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Saudi telah menyuarakan keprihatinan tentang keputusan baru tersebut.
Para pelaku usaha menilai kebijakan baru itu akan menyebabkan banyak perusahaan atau toko roti tutup karena akan menderita kekurangan tenaga kerja.
Fahd Salman, salah seorang pengusaha Kadin Saudi, mengatakan 574 perusahaan roti telah ditutup selama lima tahun terakhir di wilayah Riyadh saja. Artinya, ada penutupan perusahaan roti sebanyak 150 perusahaan per tahun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya