Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Terkukung sentimen negatif dari dalam dan luar negeri, bursa saham Indonesia terjun bebas jelang libur akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan semakin jauh dari level psikologis 5.200.
Selain sentimen koreksi bursa global dan regional, pasar modal nasional juga dihadang oleh aksi jual pemodal asing dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 26 September 2014, IHSG terjun bebas 68,81 poin (1,32%) ke level 5.132,56. IHSG sempat jatuh ke level terendahnya di 5.105,32.
Jatuhnya harga saham dari 254 emiten di lantai bursa, menyeret IHSG ke zona merah. IHSG tak satu kalipun sempat menyentuh zona hijau.
Transaksi perdagangan saham kali ini mencapai nilai Rp 6,48 triliun dimana pemodal asing melakukan aksi jual saham senilai Rp 1,39 triliun. Sebanyak 50,79 miliar ditransaksikan pelaku pasar sepanjang hari ini.
Aksi terjun bebas IHSG ke zona hijau tak lepas dari melemahnya seluruh indeks sektor saham. Emiten properti dan industri dasar memimpin pelemahan masing-masing 2,68 persen dan 2,67 persen.
Pemodal asing yang melepas saham juga membuat emiten perbankan terpuruk di zona merah dengan pelemahan mencapai 2,44 persen.
Koreksi tajam juga dialami indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syarih Indonesia (ISSI) sore ini melemah 1,76 poin (1,05%) ke level 167,02.
Tercatat 166 emiten syariah jatuh ke zona merah sementara 43 lainnya mampu bertahan di teritori positif. Nilai transaksi perdagangan saham mencatat angka Rp 3,86 triliun dengan 30,82 miliar saham yang berpindahtangan. (Ism)
Laju indeks ISSI sepenuhnya berjalan di zona merah. Indeks ISSI hanya mampu mencatat posisi tertinggi di sesi pembukaan di level 167,11. ISSI mencetak posisi terendah di level 165,77.
Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Indeks (JII) yang terpangkas 7,36 poin (1,06%) ke level 687,63.
Indeks JII dihiasi oleh koreksi harga saham dari 23 emiten unggulan syariah. Hanya ada 7 emiten JII yang mampu bertahan di zona hijau.
Dari kawasan regional, indeks bursa saham bergerak variatif. Indeks Shangai Composite dan Strait Times mampu bergerak menguat 0,11 persen dan 0,01 persen.
Sementara indeks Hang Seng dan Nikkei asing-masing melemah 0,38 persen dan 0,88 persen.
Nilai tukar rupiah sore ini kembali menyentuh zona psikologis 12.000 per dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 48 poin (0,4%) menjadi 12.001 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya