Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kiprah perusahaan Minyak dan Gas Bumi (Migas) tak cuma jago kandang. Perusahaan asal Indonesia terbukti mampu unjuk gigi di negeri orang dengan menemukan cadangan Migas cukup signifikan.
Adalah PT Medco Energi International Tbk melalui anak perusahaannya PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) dan Medco International Venture Limited (MIVL), yang menemukan cadangan Migas di Sumur O2, Area 47, Libya.
Mengutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 29 September 2014, kegiatan awal eksplorasi Sumur O2 sudah dilakukan sejak 23 Mei 2014, pada kedalaman 10.780 kaki. Hasil pengujian sumur menunjukkan bahwa Sumur O2 dapat mengalirkan minyak sebesar 3.300 barel per hari dan gas sebanyak 140.000 standar kaki kubik per hari, pada choke 48/64 inci di formasi Top Lower Akakus.
Lokasi sumur O2 yang terletak diluar cekungan cadangan ini membuktikan adanya elemen stratigrafi, yang bisa menghubungkan cekungan ini dengan cekungan-cekungan lainnya di area tersebut.
Keberhasilan Sumur O2 dan Sumur P2 di bulan Juli 2014 yang lalu, kembali membuktikan bahwa Blok Area 47 berada pada area hidrokarbon yang produktif. Yakni di cekungan Ghadames Basin dengan temuan minyak dan gas yang besar dan tingkat keberhasilan eksplorasi mencapai 90%. Sebagai catatan, 18 dari 20 sumur eksplorasi berhasil ditemukan cadangan Migas.
Dengan temuan ini, Pemerintah Libya pada 17 September 2014, telah mengumumkan deklarasi persetujuan komersialisasi untuk struktur B, C dan J. Dengan persetujuan ini, MedcoEnergi bersama mitra kerjanya, yaitu National Oil Corporation (NOC) Libya dan Libyan Investment Authority (LIA), dapat memulai pengembangan struktur B, C dan J dengan total perkiraan cadangan Migas sebesar 250 MMBOE. Jumlah ini termasuk struktur A, D dan F yang persetujuan komersialisasinya telah didapat terlebih dahulu di akhir tahun 2011.
“ Suksesnya kedua penemuan ini membuktikan kemampuan Perseroan di area eksplorasi yang terus berhasil dalam menemukan sumber-sumber baru Migas di area operasinya, baik di Indonesia maupun di luar negeri," kata Lukman Mahfoedz, Presiden Direktur dan CEO MedcoEnergi.
Lukman berharap pencapaian ini akan mendukung upaya pertumbuhan Perseroan ke depannya dengan tambahan cadangan Migas serta peningkatan indeks jangka waktu cadangan Perseroan.
Selain mengukir prestasi di luar negeri, Medcoenergi juga kembali berhasil menemukan cadangan Migas pada Sumur Hijau-2, Blok South Sumatera, Indonesia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya