Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IDB Punya US$ 2 Miliar untuk Dipinjamkan ke Negara Muslim

Reporter : Syahid Latif
Senin, 30 Juni 2014 12:53
IDB Punya US$ 2 Miliar untuk Dipinjamkan ke Negara Muslim
Lewat program IDB Fund II, bank pembangunan islam dan sejumlah investor ini telah menyediakan alokasi pinjaman hingga US$ 2 miliar.

Dream - Sukses dengan program pertama, Bank Pembangunan Islam atau Islamic Development Bank (IDB) kembali meluncurkan paket pembiayaan infrastruktur, IDB Fund II, senilai US$ 2 miliar.

Program yang diluncurkan untuk memperingati 40 tahun IDB ini merupakan dana pembiayaan swasta terbesar yang ditujukan kepada 57 anggota IDB.

IDB Fund II kali ini didukung oleh Pengelola Dana Pensiun Arab Saudi, Public Investment Fund Arab Saudi, serta Kementerian Keuangan dari Bahrain dan Brunei Darussalam. Para penyandang dana ini berkomitmen mengucurkan US% 750 juta untuk pendanaan awal.

Penutupan pendanaan IDB Fund II dan tambahan investor kali ini akan diberlakukan pada awal 2015.

IDB Fund II merupakan program lanjutan dari program serupa tahap pertama senilai US$ 730 juta. Tingkat pengembalian investasi dari program ini ditaksir mencapai 18 persen.

Pada program IDB Fund I, sejumlah proyek yang berhasil dibiayai diantaranya Air Asia di Malaysia, Saudi International Petrochemical Company (Sipchem) di Arab Saudi dan AES Oasis Ltd yang memiliki aset di Pakistan, Oman dan Yordania.

" Dengan kesuksesan pada proyek IDB FUnd I, kini IDB dan para investor menyediakan pendanaan IDB Fund II hingga US$ 2 miliar atau hampir tiga kali lipat," ujar Ahmad Mohammad Ali, Presiden dari IDB Group seperti dikutip Dream.co.id dari laman Gulfnews, Senin, 30 Juni 2014.

IDB dan para investor telah menunjuk ASMA Capital Partners, perusahaan yang berbasis di Bahrain, untuk mengelola aset dana IDB Fund II.

Anggaran dana IDB kali ini akan disalurkan pada sejumlah sektor infrastruktur seperti pembangkit listrik, telekomunikasi, transportasi. Selain itu, IDB Fund disiapkan untuk investasi di bisnis Minyak dan Gas, kilang minyak dan petrokimia, baja dan alumunium, pertambangan, logistik, serta alokasi lain di bidang kesehatan, pendidikan, dan jasa keuangan. (Ism)

Beri Komentar