Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Proyek Pembangunan
Dream - Sukses dengan program pertama, Bank Pembangunan Islam atau Islamic Development Bank (IDB) kembali meluncurkan paket pembiayaan infrastruktur, IDB Fund II, senilai US$ 2 miliar.
Program yang diluncurkan untuk memperingati 40 tahun IDB ini merupakan dana pembiayaan swasta terbesar yang ditujukan kepada 57 anggota IDB.
IDB Fund II kali ini didukung oleh Pengelola Dana Pensiun Arab Saudi, Public Investment Fund Arab Saudi, serta Kementerian Keuangan dari Bahrain dan Brunei Darussalam. Para penyandang dana ini berkomitmen mengucurkan US% 750 juta untuk pendanaan awal.
Penutupan pendanaan IDB Fund II dan tambahan investor kali ini akan diberlakukan pada awal 2015.
IDB Fund II merupakan program lanjutan dari program serupa tahap pertama senilai US$ 730 juta. Tingkat pengembalian investasi dari program ini ditaksir mencapai 18 persen.
Pada program IDB Fund I, sejumlah proyek yang berhasil dibiayai diantaranya Air Asia di Malaysia, Saudi International Petrochemical Company (Sipchem) di Arab Saudi dan AES Oasis Ltd yang memiliki aset di Pakistan, Oman dan Yordania.
" Dengan kesuksesan pada proyek IDB FUnd I, kini IDB dan para investor menyediakan pendanaan IDB Fund II hingga US$ 2 miliar atau hampir tiga kali lipat," ujar Ahmad Mohammad Ali, Presiden dari IDB Group seperti dikutip Dream.co.id dari laman Gulfnews, Senin, 30 Juni 2014.
IDB dan para investor telah menunjuk ASMA Capital Partners, perusahaan yang berbasis di Bahrain, untuk mengelola aset dana IDB Fund II.
Anggaran dana IDB kali ini akan disalurkan pada sejumlah sektor infrastruktur seperti pembangkit listrik, telekomunikasi, transportasi. Selain itu, IDB Fund disiapkan untuk investasi di bisnis Minyak dan Gas, kilang minyak dan petrokimia, baja dan alumunium, pertambangan, logistik, serta alokasi lain di bidang kesehatan, pendidikan, dan jasa keuangan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya