Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Orang Kaya Arab
Dream - Dari mall terkenal Harrods hingga deretan toko berlian di Mayfair, London telah masyhur terkenal sebagai surga belanja bagi para pengumbar uang.
Setiap tahun jelang bulan suci Ramadan, pemandangan di pusat belanja London ini sedikit berbeda. Sejumlah orang-orang superkaya Arab tampak berseliweran untuk memuaskan nafsu belanjanya.
Tak tanggung-tanggung, para hartawan Arab ini selalu ditemani bodyguard, sopir pribadi, serta mobil-mobil mewah semacam Rolly Royces dan Ferari yang khusus diterbangkan dari negaranya.
Para pengusaha ritel senantiasa menamakan fenomena tahunan ini sebagai Ramadan Rush.
Mengutip laman Alarabiya, Minggu, 27 Juni 2014, saudagar kaya Arab seringkali lari dari kawasan panas gurun sekadar untuk belanja barang-barang mewah. Selanjutnya, masyarakat kaya ini akan kembali ke negaranya guna menghabiskan puasa sebulan penuh.
Banjir orang kaya Arab di London biasanya akan kembali terlihat jelang perayaan Idul Fitri.
Melonjaknya jumlah pengunjung selama musim panas ini memang kerap terjadi tahunan di sepanjang jalan London. Bahkan penduduk di negara ini, memberikan istilah khusus, Harrod Hajj atau ibadah haji ke Harrods.
" London merupakan lokasi di wilayah Eropa karena banyaknya warga Timur Tengah yang berbelanja. Kota ini seolah menjadi rumah kedua bagi mereka," kata Gordon Clardk, Manager dari perusahaan riset, Global Blue di Inggris.
Gordon Blue memperkirakan tingkat penjualan jelang Ramadan tahun ini bakal meningkat 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski jumlah pengunjung dari Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, dan Qatar memiliki porsi kecil dibandingkan turis dari AS dan Eropa, pelancong dari Timur Tengah ini menghamburkan uang lebih banyak.
Tahun lalu, jumlah pelancong dari Timteng ke London hanya berada di posisi ke-19. Namun untuk urusan jumlah uang yang dihabiskan, mereka berada di posisi kedua dengan membelanjakan uang US$ 1,5 miliar.
Tak heran juga, jika para hartawan ini hanya memiliki produk-produk ekslusif dari merek ternama baik untuk pakaian, sepatu, jam tangan, dan perhiasan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya