Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sambut Puasa, Indeks Syariah Mendekam di Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 27 Juni 2014 16:21
Sambut Puasa, Indeks Syariah Mendekam di Zona Merah
Kecuali emiten di sektor aneka industri, indeks saham di Bursa Efek Indonesia mendekam di zona merah.

Dream - Menyambut bulan Ramadan, indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertengger di zona hijau. Hal yang sama melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga mengalami koreksi.

Melemahnya indeks bursa saham Indonesia sebetulnya tak sendirian. Kecuali Hang Seng yang menguat 0,1 persen, hampir seluruh indeks bursa saham utama di Asia berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jumat, 27 Juni 2014, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,86 poin (0,54 persen) ke level 159,05. Indeks terseret melemahnya harga saham dari 116 emiten syariah.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini terbilang normal dengan mencetak nilai Rp 2,63 triliun.

Di jajaran saham keping biru syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga tak mampu beranjak dari zona merah. Indeks JII terpangkas 0,79 poin (0,73 persen) ke level 651,89.

Sebanyak 24 emiten bluechips syariah mendekam di teritori negatif. Sementara transaksi perdagangan dari 5.36 miliar saham menciptakan nilai Rp 1,89 triliun.

Jelang puasa tahun ini, saham-saham yang bergerak di sektor aneka industri berjalan sendirian di zona hijau. Indeks ini menguat 18,64 poin.

Secara umum, bursa saham Indonesia memang tengah tertekan sentimen dari kenaikan suku bunga The Fed. Belum lagi aksi jual pemodal asing yang mencetak nett sell hingga Rp 319,82 miliar.

Imbas besarnya tekanan sentimen luar negeri ini berimbas pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpangkas 27,26 poin (0,56%) ke level 4.845,13.

Berikut adalah saham-saham bluechips syariah yang menguat paling tinggi jelang puasa:

1. SILO, menguat Rp 200 (1,33%) ke level 14.800
2. ASII, menguat Rp 125 (1,73%) ke level 7.350
3. PTBA, menguat Rp 75 (0,71%) ke level 10.625
4. BMTR, menguat Rp 15 (0,72%) ke level 2.105
5. SMRA, menguat Rp 15 (1,37%) ke level 1.110

(Ism)

Beri Komentar