Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ketua Dewan Komisioner OJK Dalam Pertemuan Tahunan IDB
Dream - Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapatkan kesempatan langka menjadi pembicara pertemuan tahunan Bank Pembangunan Islam (IDB) ke-40 yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi.
Pada kesempatan ini, OJK memaparkan kesuksesan pembangunan keuangan syariah di Indonesia.
Dikutip dari keterangan tertulis OJK, Jumat, 27 Juni 2014, Muliaman Hadad sebagai Ketua Dewan Komisaris OJK memaparkan perkembangan industri microtakaful di Indonesia yang pertumbuhannya cukup menggembirakan, dengan potensi pasar yang cukup besar.
Indonesia juga memaparkan Grand Design Microinsurance Indonesia yang di dalamnya mencakup microtakaful yang pada Oktober tahun 2013 telah diluncurkan oleh OJK.
Di industri keuangan syariah, Muliaman menyampaikan bahwa pertumbuhan sektor ini telah berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di segmen perbankan syariah, pertumbuhan rata-rata aset telah mencapai rata-rata 37,4 persen dalam 5 tahun terakhir. Dengan total aset sekitar US$ 21 miliar dolar AS.
Industri perbankan syariah Indonesia juga memiliki hampir 13 juta rekening simpanan, dan kurang lebih didukung dengan 3.000 jaringan kantor di seluruh Indonesia.
Pangsa pasar perbankan syariah saat ini telah mencapai 4,9 persen dari aset perbankan di Indonesia.
Sementara pasar modal syariah juga telah berkembang dengan meningkatnya jumlah penerbitan Sukuk termasuk Sukuk pemerintah. Lebih dari 300 saham syariah yang merupakan bagian dari Islamic Index. Reksadana syariah juga tumbuh cukup signifikan dengan outstanding dana kelolaan sekitar US$ 1 miliar dolar AS.
Diakui Muliaman, penetrasi asuransi syariah relatif kecil. Namun dengan dukungan iklim pengaturan saat ini, penetrasi juga akan meningkat secara signifikan di masa depan.
Pada forum ini, Muliaman Hadad menyampaikan pentingnya memiliki Arsitektur Keuangan Syariah yang terintegrasi sehingga diharapkan ke depan industri keuangan syariah Indonesia berkembang lebih besar. (Ism)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?