Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Patin Akan Menjadi Menu Makanan Jemaah Haji Tahun Ini. (Foto: Craftlog.com)
Dream – Kementerian Agama dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menambahkan menu makanan ikan untuk jemaaah haji Indonesia tahun ini. Sayangnya, rencana ini terganjal bahan baku yang terbatas.
Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 11 April 2018, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri dan Umroh Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis, mengatakan sumber pangan yang terbatas kini menjadi perhatian Kementerian Agama.
“ Kami heran, kenapa, ya, potensi besar ini tidak dimanfaatkan. Padahal, jemaah haji kita ini terbesar di dunia dengan jumlah 221 ribu orang (data 2017),” kata Lubis di Jakarta.
Tak hanya haji, kata dia, jemaah umroh bisa empat kali lipat dari jemaah haji. Bisa mencapai 900 ribu jemaah dalam setahun.
Lubis berkata susahnya menemukan bahan pangan Indonesia di Tanah Suci membuat Kemenag sulit menetapkan menu makanan khas Indonesia kepada jemaah haji. Tak mungkin juga mendapatkan bahan baku pangan Indonesia dalam jumlah besar saat musim haji.
“ Memang produk-produk seperti sayur-mayur ada di sana. Tapi, kebanyakan dari Thailand. Produk asli dalam negeri malah tidak ada,” kata dia.
Untuk itu, Kemenag akan mencoba mengundang importir Arab Saudi untuk memasok bahan baku makanan dari Indonesia, seperti bumbu masak, minuman, sampai kopi asli Nusantara.
Produk ikan menjadi salah satu menu favorit jemaah juga tak luput dari perhatian. Lubis memikirkan cara agar komoditas ikan, khususnya ikan patin, bisa masuk lebih mudah ke Arab Saudi.
“ Patin sendiri, kata KKP, telah diekspor ke berbagai negara. Kami berharap patin juga bisa masuk ke pasar Arab Saudi. Kami harapkan penyedia katering di sana agar mengutamakan membeli patin dari Indonesia,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya