Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (mabiq.blogspot.com)
Dream - Menu unik disiapkan oleh sebuah restoran di kawasan Kuantan, Pahang, Malaysia, untuk para pelajar penghafal Alquran. Ikan patin yang dimasak restoran ini harus ‘berpuasa’.
Kedai yang menyiapkan menu unik itu adalah Restoran Maahad Bahasa dan Ilmu al-Quran (Mabiq) milik Jamaluddin Abdul Jabbar. Restoran itu hanya membeli ikan patin yang tidak dikasih makan selama lima hari. Ikan-ikan itu dipasok oleh petani tambah di kawasan Paloh Hinai.
“ Ikan yang tidak ‘dipuasakan’ akan cepat berbau busuk dan pelanggan yang makan juga bisa merasakan perbedaan rasa antara ikan yang ‘puasa’ dan tidak,” kata Pengurus Eksekutif Mabiq, Jamaluddin Abdul Jabbar, dikutip Dream dari Sinar Harian, Kamis 4 Mei 2016.
“ Ini kerana palet makanan yang dimakan ikan masih belum hadam,” tambah Jamaluddin. Ikan yang ‘dipuasakan’ itu, kata dia, bukan saja untuk menghilangkan bau anyir, tapi juga menjadikan lebih sedap dimakan.
Rata-rata, restoran yang terletak di Tanjung Lumpur itu menggunakan sekitar 600 kilogram ikan patin untuk dimasak oleh tiga koki. Selain ikan patin, mereka juga memasak 32 jenis lauk lain.
Restoran ini buka saban hari mulai pukul 10.30 pagi hingga 4 sore, kecuali hari Jumat. Setiap lauk yang dimasak hanya untuk waktu satu jam. Setelah lewat satu jam, lauk akan dihangatkan kembali dan akan masak lauk yang baru jika kehabisan.
“ Kami tidak menjual sejenis lauk yang dimasak dengan banyak dari pagi sampai petang. Biasanya satu jam saja untuk satu lauk,” tambah Jamaluddin.
Saban hari, ada sekitar 150 pelajar tahfiz yang datang ke resto ini. Jumlahnya akan meningkat jika masa libur sekolah tiba. Menurut Jamaluddin, keuntungan restoran diserahkan kepada sekolah tahfiz yang dipakai untuk biaya 150 pelajar tahfiz.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya