Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah Indonesia terserang tekanan jual jelang penutupan perdagangan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang sempat menguat, harus kembali balik ke zona negatif.
Tekanan jual lebih besar dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Meski sempat naik ke zona hijau, indeks JII justru berbalik melemah.
Melemahnya laju bursa syariah ini berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Dimotori saham keuangan yang menguat tajam, IHSG ditutup menguat 21,302 poin (0,44%) ke level 4.836,033.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 30 Mei 2016, indeks ISSI turun tipis 0,132 poin (0,08%) ke level 157,543. Sementara indeks JII melemah 1,715 poin (0,26%) ke level 653,938.
Kedua indeks acuan saham syariah ini memang melaju kurang meyakinkan. Di awal perdagangan, ISSI dan JII dibuka melemah meski sempat menguat ke zona hijau. ISSI tercatat menyentuh level tertinggi di 158,341.
Transaksi perdagangan sedikit mengalami kenaikan dengan mencetak nilai Rp 2,75 triliun. Dengan 33,59 miliar saham berpindahtangan, sebanyak 79 emiten syariah mengakhiri perdagangan di zona merah.
Penguatan yang dialami 96 emiten ISSI tak mampu mengangkat laju indeks ini ke zona hijau.
Sebagian besar indeks sektoral bergerak menguat. Sektor keuangan, yang sedikit memiliki efek syariah, naik tertinggi. Disusul industri aneka 0,68 persen, properti 0,48 persen, dan perdagangan 0,36 persen.
Sementara emiten barang konsumsi urun 0,22 persen dan pertanian 0,04 persen.
Top gainer indeks bluechips syariah kali ini dihuni UNTR yang naik Rp 425, AKRA Rp 275, PTPP Rp 170, INTP Rp 100, dan SILO Rp 75 per saham.
Di sisi top losser, bertengger saham-saham ICBP yang turun Rp 375, UNVR Rp 275,LPPF Rp 150, AALI Rp 75, dan INDF Rp 75 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya