Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Berbalik Menguat Tajam

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 1 Februari 2017 16:29
Indeks Syariah Berbalik Menguat Tajam
Tiga hari dilanda tekanan, ISSI dan JII akhirnya menguat tajam

Dream - Bursa saham syariah berbalik menguat setelah dalam tiga hari perdagangan terakhir mengalami tekanan. Pelaku pasar mulai meninggalkan isu Donald Trump yang memicu kecemasan global.

Kondisi regional yang berbalik menguat juga membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakatra Islamic Index (JII) melaju aman di zona hijau. Bahkan analis memperkirakan akan muncul tren menguat jangka panjang.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 1 Februari 2017, indeks ISSI menanjak 0,848 poin (0,4(%) ke level 173,324.

Kenaikan lebih tinggi dicetak indeks JII yang menanjak 6,965 poin (1,01%) ke level 696,284. Dukungan menguatnya 18 bluechips syariah menjadi pendorong laju indeks JII.

Indeks ISSI melaju seharian di teritori positif sejak awal pembukaan perdagangan. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 173,845 dan mengoreksi posisinya jelang penutupan.

Transaksi perdagangan saham syariah tercatat mencapai Rp 4,01 triliun dengan 161,89 miliar saham berpindahtangan. Aksi jual beli ini sedikit berkurang dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Aksi beli investor berhasil mendorong 104 emiten syariah bertengger di zona positif. Namun, 91 penghuni ISSI lainnya masih mengalami tekanan dan 72 emiten bertahan stagnan.

Indeks sektor pertanian yang kemarin bergerak menguat justru mengalami koreksi dalam hingga 1,69 persen. Diikuti indeks sektor properti 0,65 persen dan industri dasar 0,09 persen.

Sementara indeks sektor pertambangan kali ini panen peminta dengan menguat 1,44 persen. Begitu pula dengan indeks sektor industri aneka 1,11 persen dan keuangan 1,04 persen.

Tiga emiten kelompok Astra menjadi pencetak kenaikan harga saham tertinggi. Top gainer saham bluechips syariah kali ini dihuni UNTR yang naik Rp450, INTP Rp275, AALI Rp225, INCO Rp 190, dan ASII Rp 100 per saham.

Di jajaran top losser, dua perusahaan konstruksi pelat merah, WIKA dan AHI menjadi pemuncak usai melemah Rp 50 dan Rp30 per saham. Disusul AKRA yang turun Rp 25, SSMS Rp 20, dan SMRA Rp 10 per saham.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak stagnan. Rupiah turun tipis 1 poin (0,01%) menjadi 13.370 per dolar AS. (Sah)

Beri Komentar