6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Bursa saham syariah terus mencetak rekor baru tahun 2016 di hari kedua perdagangan bulan puasa. Pelaku pasar pun berspekulasi fase konsolidasi bursa saham Indonesia telah berakhir.
Pencetakan rekor yang dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) di tahun 2015 ini juga dicetak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSGS).
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Juni 2016, indeks ISSI menguat 1,451 poin (0,91%) ke level 161,470. Indeks JII juga menanjak 6,500 poin (0,97%) ke level 674,034.
Sepanjang perdagangan laju kedua indeks syariah ini melaju positif. ISSI sukses mencetak rekor barunya di tahun ini jelang penutupan perdagangan. Posisi terendah ISSI diukir di level 160,325.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini relatif meningkat dengan dana berputar mencapai Rp 3,71 triliun dan 26,52 miliar saham berpindahtangan.
Aksi beli sukses mendorong 110 emiten syariah ditututp menguat. Sementara 78 lainnya ditutup melemah dan 56 emiten ISSI bertahan stagnan.
Sebagian besar indeks sektoral juga bergerak menguat. Bahkan sektor komoditas meroket tinggi dipimpin emiten pertambangan yang naik 2,49 persen, pertanian 2,25 persen, dan industri dasar 1,39 persen.
Dua sektor saham yang bergerak melemah adalah industri aneka dan properti yang masing-masing turun 0,15 persen.
Emiten syariah yang mencetak top gainer kali ini adalah AALI yang meroket Rp 1.075, ICBP Rp 450, UNVR Rp 450, PTBA Rp 425, dan SILO Rp 125 per saham.
Sementara penghuni top losser indeks JII dihuni oleh UNTR dan WIKA yang turun Rp 50, JSMR Rp 25, PWON Rp 10, dan SMRA Rp 5 per saham.
Pencetakan rekor bursa saham juga tak lepas dari kurs rupiah yang kembali menguat tinggi. Rupiah sore ini menguat 114 poin (0,85%) menjadi 13.256 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
