Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Dan IHSG Kembali Melemah Pada Rabu 22 Januari 2020/ (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum keluar dari tekanan setelah kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 22 Januari 2020. Kurs rupiah terhadap dollar AS juga tercata mengalami koreksi.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan koreksi 0,708 poin (0,39%) ke level 182,126. ISSI sebetulnya sempat bergerak positif di awal perdagangan.
Meski dibuka melemah di level 182,658, ISSI sempat malju positif dan mencetak level tertingginya di 183,539. Sayang penguatan ini hanya bertahan satu jam sebelum sesi pertama berakhir.
Menutup sesi I di zona merah, ISSI menghabiskan sisa waktu perdagangan di zona merah. Posisi terendah ISSI berada di level 181,757.
Koreksi juga menimpa dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 4,711 poin (0,68%) ke level 683,113.
Indeks syariah paling bungsi, JII70 tercatat turun 1,691 poin (0,74%) ke level 227,195.
Tekanan sentimen rapat dewan gubernur Bank Indonesia yang akan berlangsung besok membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpeleset. Aksi wait and see investor mendorong IHSG turun 4,700 poin (0,07%) ke level 6.233,453.
Para penanam modal melepas sahamnya, mayoritas di sektor pertambangan. Indeks sektor ini merosot 1,72 persen. Pelemaham saham diikuti oleh infrastruktur sebesar 0,82 persen dan properti 0,69 persen.
Indeks sektor pertanian menguat 0,39 persen, keuangan 0,39 persen, perdagangan 0,18 persen, dan barang konsumsi 0,82 persen.
Kabar penunjukan direksi dan komisaris baru hari ini membuat saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali terbang. Emiten dengan kode ticker GIAA itu ditutup menguat Rp30 menjadi Rp470 per saham.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah PRDA yang harga sahamnya menguat Rp690, EMTK Rp600, INDR Rp350, BISI Rp185, dan BTPS Rp150.
Sebaliknya, harga saham UNTR terkoreksi Rp475, GMTD Rp450, DSSA Rp325, PICO Rp295, dan FISH Rp280.
Pada 16.24, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Mata uang Paman Sam menggeliat 54 poin (0,39%) ke level Rp13.692 per dolar AS.
Dream - Indeks syariah kembali melemah pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 21 Januari 2020. Pemilik saham sektor perkebunan harus gigit jari setelah emiten ini mengalami koreksi cukup dalam.
Koreksi indeks saham syariah juga dipicu sentimen negatif yang berhembus dari kawasan regional. Bursa Hong Kong memimpin laju pelemahan bursa Asia setelah muncul laporan Moodys yang menurunkan prospek dari stabil menjadi negatif.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan koreksi 0,353 poin (0,19%) ke level 182,834. Setelah dibuka melemah di 182,993, ISSI masih sempat bergerak menguat ke level 183,563.
![]()
Bergerak flat hampir sepanjang perdagangan, pemodal yang mendengar sentimen negatif dari pelemahan bursa Asia membuat ISSI tak berkutik jelang penutupan berakhir. ISSI bahkan sempat terperosok ke level terendah di 182,409.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga mengalami pelemahan sebesar 0,077 poin (0,11%). Sementara indeks JII70 melemah 0,192 poin (0,08%) ke level 228,886.
Sentimen negatif yang berhembus dari bursa Hang Seng membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bisa berkutik. IHSG terpangkas 6,890 poin (0,11%) ke level 6.238,153.
Investor yang cemas dengan kondisi regional memutuskan untuk melepas portofolio sahamnya. Sasarannya terjadi pada emiten sektor pertanian dan properti. Kedua indeks sektor ini masing-masing turun tajam sebesar 1,98 persen dan 1,17 persen.
Hanya ada tiga indeks sektoral yang bergerak menguat, yaitu infrastruktur sebesar 1,04 persen, keuangan 0,16 persen, dan industri aneka 0,09 persen
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya melesat Rp1.425, SONA Rp475, SINI Rp175, INTP Rp125, dan CITA Rp100.
Sebaliknya, harga saham PRDA terkoreksi Rp680, INDR Rp570, TCID Rp500, UNTR Rp425, dan PICO Rp310.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah menguat tipis pada perdagangan pukul 16.21 WIB. Kurs dolar melemah 9 poin (0,07%) ke level Rp13.625 per dolar AS.
Dream - Indeks syariah kembali ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan ini terjadi di tengah laju beberapa bursa regional yang sudah mulai bergerak menguat.
Dari dalam negeri, investor juga memantau sentimen penolakan terhadap omnibus law dan kenaikan BPJS Kesehatan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini, Senin, 20 Januari 2020 menutup perdagangan dengan koreksi 1,287 poin (0,69 %) ke level 183,187. Pasca dibuka di level 184, ISSI terus bergerak turun hingga sesi perdagangan berakhir.
![]()
Aksi jual investor menyeret ISSI ke zona merah dan tersungkur ke 182,962.
Penguatan sesaat juga dialami dua indeks bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII), ditutup melemah 4,604 poin (0,66%) ke level 687,901. Sementara indeks JII70 merosot 1,702 poin (0,74%) ke level 229,078.
Kurangnya aksi beli pada pemodal domestik mem buat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuat tak berdaya. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini terkoreksi 46,614 poin (0,74%) ke level 6.245,043.
Semua indeks sektoral bergerak melemah terutama di sektor pertambangan dan pertanian. Indeks pertambangan melemah 1,73 persen dan pertanian 1,40 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah FISH yang harga sahamnya naik Rp290, PICO Rp275, INPP Rp140, JAST Rp140, dan CMNP Rp130.
Sebaliknya, harga SONA terkoreksi Rp1.200, GMTD Rp500, EMTK Rp450, ITMG Rp400, dan INTP Rp375.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dollar AS pada perdagangan pukul Pada 16.32 WIB. Kurs dolar AS turun 11 poin (0,08%) ke level Rp13.634 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya