Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG Dan Indeks Syariah Kompak Tiarap Hari Ini, Senin 25 Maret 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada penutupan perdagangan Senin, 25 Maret 2019. Mereka terimbas kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global.
Kecemasan itu muncul setelah keluar proyeksi bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang lebih dovish terkait dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi AS yang berpotensi turun menjadi 2,1 persen pada 2019.
Angin negatif tersebut mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok 3,158 poin (1,82%) ke level 189,260.
ISSI bergerak melemah sejak awal perdagangan setelah dibuka memerah di level 191,586. Indeks yang terjerembab ke level 188,532 bergerak di zona negatif sepanjang perdagangan.
Koreksi lebih tajam dialami indeks keping biru, Jakarta Islamic Index (JII) yang rontok 15,982 poin (2,24%) ke level 695,946.
Pelemahan lebih dalam dialami indeks JII70 yang terpangkas turun 5,444 poin (2,29%) ke level 232,278.
Adanya aksi jual investor asing membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 114,023 poin (1,75%) ke 6.411,251.
Sentimen negatif ini membuat investor pikir-pikir untuk membeli saham. Mereka justru melepas sahamnya, terutama di sektor barang konsumsi, industri aneka, dan manufaktur.
Indeks sektor barang konsumsi merosot 2,77 persen, industri aneka 2,46 persen, dan manufaktur 2,33 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya menguat Rp525, GDYR Rp200, SHID Rp190, JSKY Rp155, dan INAF Rp150.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNVR yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.225, ICBP Rp925, UNTR Rp650, INDF Rp625, dan MKPI Rp500.
Rupiah juga ikut terkoreksi. Pada pukul 16.00, dolar AS menguat 56 poin (0,39%) ke level Rp14.218 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya