Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Tak adanya sentimen kuat untuk menggelar aksi beli memaksa indeks saham syariah berbalik ditutup melemah. Pelaku pasar ramai-ramai menggelar aksi jual jelang penutupan perdagangan.
Bursa saham Indonesia memang hanya bertahan pada dua sektor di awal pekan ini. Emiten pertambangan dan industri dasar yang jadi buruan berhasil menahan pelemahan indeks lebih dalam.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 11 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkulai lemas 0,264 poin (0,16%) ke level 166,355.
ISSI sempat memberikan harapan usai melanjutkan penguatan yang dicetaknya akhir bulan lalu. Dibuka menguat di 167,306, indeks ISSI sempat mencetak level tertinggi di 167,756. Sebelum terseret aksi jual ke posisi terendah di 166,355.
ISSI membagi rata jumlah emiten yang bergerak di dua zona. Sebanyak 91 emiten syariah tercatat menutup perdagangan di zona hijau. Dengan jumlah yang sama, penghuni ISSI bergerak layu ke zona negatif.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif sepi dengan hanya mencetak angka Rp 2,93 triliun. Dana ini berasal dari aksi jual beli 31,94 miliar saham.
Koreksi juga melanda indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 0,537 poin (0,08%) ke level 696,161.
JII sempat menembus level tertinggi di 702,804 dan terendah di posisi penutupan 696,161.
Emiten bluechips syariah di sektor komoditas menjadi incaran para pelaku pasar. Emiten AALI menjadi pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) usai menguat Rp 1.025 per saham.
Daftar top gainer lainnya dihuni oleh ITMG yang menguat Rp 925, PTBA Rp 300, CPIN Rp 130, dan MPPA Rp 80 per saham.
Secara keseluruhan, lantai bursa memang masih minim sentimen positif yang bisa mendongkrak laju indeks saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 5.200 juga harus terpangkas 9,731 poin (0,19%) ke level 5.172,482.
Padahal IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 5.215,281 sebelum terpental ke level terendah 5.172,482.
Lantai bursa awal pekan ini memang sepi dari transaksi pelaku pasar. BEI hanya memperdagangkan 78,96 miliar saham bernilai Rp 4,75 triliun. Meski masih mencetak nett sell, aksi jual saham investor asing mulai berkurang dengan hanya membukukan Rp 66,6 miliar.
Dari kawasan regional, IHSG menjadi satu-satunya indeks saham utama Asia yang ditutup melemah. Indeks Hang Seng dan Nikkei Jepang tercatat masih menguat 0,51 persen dan 1,25 persen.
Kurs rupiah sore ini justru kembali tertekan. Terdepresiasi 32 poin (0,24%), kurs rupiah kembali melemah ke level 13.153 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya