Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah dan Kurs Rupiah Balik Melemah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 11 Mei 2015 16:24
Indeks Syariah dan Kurs Rupiah Balik Melemah
IHSG yang sukses kembali ke level 5.200 juga harus terpangkas aksi jual jelang penutupan.

Dream - Tak adanya sentimen kuat untuk menggelar aksi beli memaksa indeks saham syariah berbalik ditutup melemah. Pelaku pasar ramai-ramai menggelar aksi jual jelang penutupan perdagangan.

Bursa saham Indonesia memang hanya bertahan pada dua sektor di awal pekan ini. Emiten pertambangan dan industri dasar yang jadi buruan berhasil menahan pelemahan indeks lebih dalam.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 11 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkulai lemas 0,264 poin (0,16%) ke level 166,355.

ISSI sempat memberikan harapan usai melanjutkan penguatan yang dicetaknya akhir bulan lalu. Dibuka menguat di 167,306, indeks ISSI sempat mencetak level tertinggi di 167,756. Sebelum terseret aksi jual ke posisi terendah di 166,355.

ISSI membagi rata jumlah emiten yang bergerak di dua zona. Sebanyak 91 emiten syariah tercatat menutup perdagangan di zona hijau. Dengan jumlah yang sama, penghuni ISSI bergerak layu ke zona negatif.

Transaksi perdagangan saham syariah relatif sepi dengan hanya mencetak angka Rp 2,93 triliun. Dana ini berasal dari aksi jual beli 31,94 miliar saham.

Koreksi juga melanda indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 0,537 poin (0,08%) ke level 696,161.

JII sempat menembus level tertinggi di 702,804 dan terendah di posisi penutupan 696,161.

Emiten bluechips syariah di sektor komoditas menjadi incaran para pelaku pasar. Emiten AALI menjadi pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) usai menguat Rp 1.025 per saham.

Daftar top gainer lainnya dihuni oleh ITMG yang menguat Rp 925, PTBA Rp 300, CPIN Rp 130, dan MPPA Rp 80 per saham.

Secara keseluruhan, lantai bursa memang masih minim sentimen positif yang bisa mendongkrak laju indeks saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka di level 5.200 juga harus terpangkas 9,731 poin (0,19%) ke level 5.172,482.

Padahal IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 5.215,281 sebelum terpental ke level terendah 5.172,482.

Lantai bursa awal pekan ini memang sepi dari transaksi pelaku pasar. BEI hanya memperdagangkan 78,96 miliar saham bernilai Rp 4,75 triliun. Meski masih mencetak nett sell, aksi jual saham investor asing mulai berkurang dengan hanya membukukan Rp 66,6 miliar.

Dari kawasan regional, IHSG menjadi satu-satunya indeks saham utama Asia yang ditutup melemah. Indeks Hang Seng dan Nikkei Jepang tercatat masih menguat 0,51 persen dan 1,25 persen.

Kurs rupiah sore ini justru kembali tertekan. Terdepresiasi 32 poin (0,24%), kurs rupiah kembali melemah ke level 13.153 per dolar AS.

Beri Komentar