Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah bergerak lambat Jelang pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Dengan aksi selektif investor, indeks acuan saham syariah dibuka melemah.
Sentimen menguatnya bursa Wall Street serta harga minyak yang cenderung turun pelan-pelan mulai membawa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ke zona hijau.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 16 Februari 2016, indeks ISSI melemah 0,147 poin ke level 149,201. Indeks saham bluechips syariah, JII, juga turun 0,711 poin ke level 634,578.
Pembukaan lemah ini berangsur pulih setelah muncul aksi beli investor. Hingga perdagangan pukul 09.28 WIB, indeks ISSI telah menanjak 0,600 poin (0,40%) ke level 149,948. Sedangkan JII naik 2,056 poin (0,32%) ke level 637,345.
Aksi beli investor telah membawa 80 emiten syariah ke zona positif. Namun 43 lainnya masih tertahan aksi jual dan 35 emiten bergerak stagnan.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah pagi ini sudah mencapai Rp 598,43 miliar dengan 6,35 miliar saham berpindahtangan.
Emiten di sektor infrastruktur untuk sementara dihindari pelaku pasar setelah terkoreksi 0,70 persen. Sementara saham perdagangan melaju opsitid 0,72 persen dan barang konsumsi 0,56 persen.
Keputusan BI Rate yang akan disampaikan besok membuat investor asing memilih wait and see. Asing pagi ini mencetak nett sell tipis 24,36 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah yang menguat beberapa hari terakhir, mulai dilanda tekanan. Menguatnya dolar AS membuat rupiah turun 103 poin (0,77%) menjadi 13.497 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya