Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Aksi beli jelang menit-menit terakhir perdagangan mengangkat indeks saham syariah ke zona positif. Indeks Saham Syariah Indonesia dan Jakarta Islamic Index (JII) pun harus puas menanjak tipis.
Melonjaknya harga saham emiten perkebunan tak cukup kuat membawa ISSI dan JII menguat lebih tinggi.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 16 Februari 2016, indeks ISSI menguat 0,277 poin (0,19%) ke level 149,348. Sementara indeks JII ditutup menguat 1,318 poin (0,21%) ke level 635,289.
Kedua indeks acuan saham syariah ini memulai perdagangan dari zona positif. Namun bergugurannya saham-saham besar seperti UNTR, UNVR, dan INTP yang dimotori saham JSMR membuat indeks ISSI dan JII sempat jatuh ke zona merah.
ISSI tercatat sempat jatuh ke level terendah di 148,604 sedangkan JII turun ke posisi terendah di 631,639.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,36 triliun dengan 30,29 miliar saham berpindahtangan.
Aksi beli investor mendorong 95 emiten ISSI melaju ke zona positif. Sementara 68 lainnya terserang aksi jual dan 57 emiten bertahan stagnan.
Dua per tiga emiten penghuni JII, atau 20 saham juga sukses bergerak menguat. Meski 10 lainnya harus rela turun ke zona merah.
Bluechips sektor perkebunan, AALI menjadi motor penggerak indeks syariah usai menguat Rp 715 (4,17%) menjadi Rp 18.100 per saham. Top gainer lainnya berasal dari emiten LPPF yang naik Rp 325, ICBP Rp 175, ASII Rp 125, dan INTP Rp 100 per saham.
Sementara UNVR harus mengalami koreksi sebesar Rp 575. Top losser dengan koreksi terbesar melanda saham JSMR yang turun 4,76 persen. Top losser lainnya adalah UNTR yang turun Rp 250, AKRA Rp 225, dan SILO Rp 100 per saham.
Dengan hanya mengandalkan emiten perkebunan yang melonjak tajam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menutup perdagangan dengan menguat tipis.
IHSG cuma menanjak 4,278 poin (0,09%) ke level 4.745,004. Posisi penutupan ini lebih rendah dari sesi pembukaan tadi pagi.
Tekanan juga mulai melanda pasar keuangan. Rupiah yang pagi tadi bergerak perkasa, kini justru berbalik loyo. Rupiah sore ini turun 74 poin (0,55%) menjadi 13.452 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya