Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Semua Sektor Merah, Indeks Syariah Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 24 Oktober 2018 16:50
Semua Sektor Merah, Indeks Syariah Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan juga ikut-ikutan melemah.

Dream - Indeks syariah kembali melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 24 Oktober 2018. Dengan sentimen koreksi yang terjadi di sejumlah bursa regional dan tekanan jual asing, tak ada jalan lain bagi pemodal lokal selain menjauh sementara dari lantai bursa. 

Bursa saham Jepang dan China sore ini ditutup melemah. Sementara indeks saham Stait Times Singapura hanya mampu naik tipis. Sementara pemodal asing masih menahan dananya di kantong.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah cukup tajam hingga 2,555 poin (1,47%) ke level 170,936. ISSI memulai sesi perdagangan dengan mengaut ke level 173,426 dan sempat bertengger di level tertinggi 173,865.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga terpangkas 14,091 poin (2,19%) ke level 629,140. Indeks JII70 turun 4,011 poin (1,87%) ke level 209,711.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 88,476 poin (1,53%) ke level 5.709,417.

1 dari 1 halaman

Tiga Sektor Ini Tergerus

Penanam modal lebih suka melepas sahamnya di perdagangan tengah pekan ini. Semua indeks sektoral memerah.

Koreksi terbesar terjadi di sektor infrastruktur yang indeksnya melorot 3,43 persen, barang konsumsi 1,97 persen, industri dasar 1,88 persen, manufaktur 1,7 persen, dan pertanian 1,49 persen.

Pemodal asing tercatat melakukan transaksi sebanyak 131.980 kali dengan volume mencapai 6,97 miliar saham. Nilai transaksinya mencapai Rp1,9 triliun.

Investor melirik saham ITMG sehingga harganya melesat Rp1.025. Kenaikan harga ini diikuti oleh BYAN yang harga sahamnya terangkat Rp375, IBST Rp200, TPIA Rp170, dan LPCK Rp160.

Harga UNVR melorot Rp1.325, TCID Rp525, BAYU Rp520, AALI Rp350, dan LPPF Rp340.

Dari pasar uang, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, terkoreksi 5 poin (0,03%) ke level Rp15.186 per dolar AS pada pukul 16.05.(Sah)

Beri Komentar