Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG Dan Indeks Syariah Tergelincir Ke Zona Merah. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah kembali melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 24 Oktober 2018. Dengan sentimen koreksi yang terjadi di sejumlah bursa regional dan tekanan jual asing, tak ada jalan lain bagi pemodal lokal selain menjauh sementara dari lantai bursa.
Bursa saham Jepang dan China sore ini ditutup melemah. Sementara indeks saham Stait Times Singapura hanya mampu naik tipis. Sementara pemodal asing masih menahan dananya di kantong.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah cukup tajam hingga 2,555 poin (1,47%) ke level 170,936. ISSI memulai sesi perdagangan dengan mengaut ke level 173,426 dan sempat bertengger di level tertinggi 173,865.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga terpangkas 14,091 poin (2,19%) ke level 629,140. Indeks JII70 turun 4,011 poin (1,87%) ke level 209,711.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 88,476 poin (1,53%) ke level 5.709,417.
Penanam modal lebih suka melepas sahamnya di perdagangan tengah pekan ini. Semua indeks sektoral memerah.
Koreksi terbesar terjadi di sektor infrastruktur yang indeksnya melorot 3,43 persen, barang konsumsi 1,97 persen, industri dasar 1,88 persen, manufaktur 1,7 persen, dan pertanian 1,49 persen.
Pemodal asing tercatat melakukan transaksi sebanyak 131.980 kali dengan volume mencapai 6,97 miliar saham. Nilai transaksinya mencapai Rp1,9 triliun.
Investor melirik saham ITMG sehingga harganya melesat Rp1.025. Kenaikan harga ini diikuti oleh BYAN yang harga sahamnya terangkat Rp375, IBST Rp200, TPIA Rp170, dan LPCK Rp160.
Harga UNVR melorot Rp1.325, TCID Rp525, BAYU Rp520, AALI Rp350, dan LPPF Rp340.
Dari pasar uang, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, terkoreksi 5 poin (0,03%) ke level Rp15.186 per dolar AS pada pukul 16.05.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya