Minggu, 11 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Melesat Disokong Kembalinya Dana Asing

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 16 Desember 2015 16:22
Indeks Syariah Melesat Disokong Kembalinya Dana Asing
Pemodal asing yang lima hari terakhir melakukan aksi jual kini justru berbalik memborong saham-saham di BEI.

Dream - Jelang keputusan The Federal Reserves, bursa saham Indonesia justru menguat signifikan. Investor asing juga berbalik melakukan aksi beli setelah lima hari terakhir mencetak nett sell.

Bursa saham Indonesia seolah tak ingin ketinggalan sentimen positif dari lompatan tinggi bursa regional.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 16 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melompat 1,903 poin (1,38%) ke level 139,399.

Kenaikan lebih tinggi berhasil dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 9,989 poin (1,74%) ke level 583,173.

Kedua indeks acuan saham syariah ini melaju positif sepanjang perdagangan setelah beberapa hari terakhir tertekan sentimen kenaikan suku bunga The Fed.

Puncaknya terjadi pada sesi jelang penutupan dimana ISSI dan JII mencetak level tertingginya sepanjang perdagangan hari ini.

Aksi jual beli saham syariah terlihat cukup marak kali ini. Dana sekitar Rp 3,65 triliun membanjiri pasar modal syariah Indonesia.

Dengan 53,28 miliar saham berpindahtangan, investor sukses mengangkat 130 emiten, 26 diantaranya saham bluechips syariah ke zona hijau. Sisanya, 45 emiten ISSI masih tertekan aksi jual dan 36 lainnya bertahan stagnan.

Papan perdagangan bursa juga didominasi penguatan indeks saham sektoral. Meski emiten pertanian dan industri aneka mengalami tekanan masing-masing 0,71 persen dan 0,05 persen.

Emiten yang jadi buruan investor kali ini berasal dari sektor keuangan yang naik 2,75 persen, infrastruktur 2,37 persen, dan industri dasar 1,53 persen.

Top gainer indeks JII dihuni oleh ICBP yang naik Rp 350. Disusul UNTR Rp 350, AKRA Rp 275, UNVR Rp 225, dan INTP Rp 200 per saham.

Sebaliknya, dua emiten bluechips syariah yang tertekan aksi jual adalah AALI yang turun Rp 250 dan SSMS Rp 30 per saham.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 74,281 poin (1,68%) ke level 4.483,453.

Tekanan justru masih melanda pasar keuangan Indonesia. Kurs rupiah sore ini turun 14 poin (0,10%) ke level 14.060 per dollar AS.

Beri Komentar