Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Bursa saham Indonesia akhirnya menutup perdagangan awal Februari 2015 di teritori negatif. Emiten sektor keuangan menjadi satu-satunya indeks sektoral yang bertahan menguat di awal pekan ini.
Langkah jual portofolio pemodal asing di awal perdagangan justru berbalik menjadi menjadi aksi beli di sesi penutupan. Meski tipis, asing membukukan nett buy Rp 6,58 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 2 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 1,082 poin (0,63%) ke level 170,415.
ISSI mendekam di zona merah sepanjang perdagangan awal pekan ini. ISSI hanya mampu mencetak level tertinggi 171,305 dan sempat terperosok ke posisi terendah 169,855.
Papan perdagangan ISSI tampak memerah dengan 126 emiten syariah yang mengalami koreksi harga. Beruntung masih ada 65 emiten ISSI yang bergerak menguat dan 42 lainnya stagnan.
Pelaku pasar sudah mentransaksikan 31,77 miliar saham bernilai Rp 3,75 triliun.
Dominasi koreksi harga saham juga melanda Jakarta Islamic Index (JII). Alhasil, indeks saham bluechips syariah ini menutup perdagangan dengan melemah 5,180 poin (0,73%) ke level 701,496.
Keputusan pelaku pasar yang menahan diri melantai di BEI membawa 21 emiten unggulan syariah melemah. Sedangkan 7 emiten lainnya berhasil menembus zona hijau dan 2 lainnya stagnan.
Sekitar 8 miliar saham bluechips syariah ditransaksikan pelaku pasar. Aksi jual beli ini melibatkan dana hingga Rp 2,49 triliun.
Emiten UNVR menjadi pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) usa menguat Rp 350 per saham. Top gainer lainnya adalah UNVR yang menguat Rp 200, SILO Rp 100, PTPP Rp 55, dan INDF Rp 50 per saham.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia sore ini memang didominasi pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 13,168 poin (0,25%) ke level 5.276,236.
Berbeda dengan ISSI dan JII yang mendekam di zona merah, IHSG jusru sempat terangkat ke teritori positif. IHSG mencapai level tertinggi 5.291,414 sebelum akhirnya kembali tertekan aksi jual.
Aksi pemodal yang mengoleksi saham sektor keuangan membantu IHSG mencapai zona hijau.
Lantai bursa hari ini dipenuhi transaksi perdagangan sebanya 189.645 kali dengan melibatkan 59,21 miliar saham. Transaksi bernilai Rp 5,33 triliun menyebabkan 106 emiten bergerak menguat dan 211 lainnya terjun ke zona merah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya