Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Mendekam Lemah di Awal Februari

Reporter : Syahid Latif
Senin, 2 Februari 2015 16:27
Indeks Syariah Mendekam Lemah di Awal Februari
ISSI dan JII sama sekali tak sanggup beranjak dari zona merah.

Dream - Bursa saham Indonesia akhirnya menutup perdagangan awal Februari 2015 di teritori negatif. Emiten sektor keuangan menjadi satu-satunya indeks sektoral yang bertahan menguat di awal pekan ini.

Langkah jual portofolio pemodal asing di awal perdagangan justru berbalik menjadi menjadi aksi beli di sesi penutupan. Meski tipis, asing membukukan nett buy Rp 6,58 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 2 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 1,082 poin (0,63%) ke level 170,415.

ISSI mendekam di zona merah sepanjang perdagangan awal pekan ini. ISSI hanya mampu mencetak level tertinggi 171,305 dan sempat terperosok ke posisi terendah 169,855.

Papan perdagangan ISSI tampak memerah dengan 126 emiten syariah yang mengalami koreksi harga. Beruntung masih ada 65 emiten ISSI yang bergerak menguat dan 42 lainnya stagnan.

Pelaku pasar sudah mentransaksikan 31,77 miliar saham bernilai Rp 3,75 triliun.

Dominasi koreksi harga saham juga melanda Jakarta Islamic Index (JII). Alhasil, indeks saham bluechips syariah ini menutup perdagangan dengan melemah 5,180 poin (0,73%) ke level 701,496.

Keputusan pelaku pasar yang menahan diri melantai di BEI membawa 21 emiten unggulan syariah melemah. Sedangkan 7 emiten lainnya berhasil menembus zona hijau dan 2 lainnya stagnan.

Sekitar 8 miliar saham bluechips syariah ditransaksikan pelaku pasar. Aksi jual beli ini melibatkan dana hingga Rp 2,49 triliun.

Emiten UNVR menjadi pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) usa menguat Rp 350 per saham. Top gainer lainnya adalah UNVR yang menguat Rp 200, SILO Rp 100, PTPP Rp 55, dan INDF Rp 50 per saham.

Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia sore ini memang didominasi pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 13,168 poin (0,25%) ke level 5.276,236.

Berbeda dengan ISSI dan JII yang mendekam di zona merah, IHSG jusru sempat terangkat ke teritori positif. IHSG mencapai level tertinggi 5.291,414 sebelum akhirnya kembali tertekan aksi jual.

Aksi pemodal yang mengoleksi saham sektor keuangan membantu IHSG mencapai zona hijau.

Lantai bursa hari ini dipenuhi transaksi perdagangan sebanya 189.645 kali dengan melibatkan 59,21 miliar saham. Transaksi bernilai Rp 5,33 triliun menyebabkan 106 emiten bergerak menguat dan 211 lainnya terjun ke zona merah.

Beri Komentar