Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia membuka perdagangan awal Februari 2015 di zona merah. Selain sentimen negatif dari regional, pelaku pasar juga menahan diri jelang pengumuman data perekonomian terbaru.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 2 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,525 poin ke level 170,972.
Hingga 30 menit waktu perdagangan, ISSI masih belum bisa bisa keluar dari zona merah. ISSI masih merosot 0,401 poin (0,23%) ke level 171,096. ISSI sempat mencetak level terendahnya di 170,645.
Sebanyak 82 emiten syariah memulai awal Februari di zona negatif. Namun masih ada 46 emiten yang melaju positif dan 41 lainnya bergerak stagan.
Meski menahan diri, pelaku pasar mulai berspekulasi membeli saham-saham menjanjikan. Pemodal telah mentransaksiksn 6,75 miliar saham dengan nilai Rp 1,13 triliun.
Pembukaan di zona merah juga melanda saham-saham unggulan syariah. Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan melemah 2,708 poin ke level 703,968.
Turunnya harga saham 19 emiten bluechips syariah memaksa JII terus tertekan. Hingga setengah jam perdagangan, JII telah terpangkas 1,894 poin (0,27%) ke level 704,782.
Papan perdagangan JII masih bisa menyisakan enam emitennya di zona hijau. Sementara 5 lainnya masih bergerak stagnan.
Hingga saat ini, JII sama sekali belum bisa menggapai teritori positif. JII justru sempat terpuruk ke posisi terendahnya di 701,993.
Lantai bursa saham Indonesia pagi ini memang diwarnai pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 12,25 poin (0,23%) ke levl 5.277,15. Di sesi pembukaan, IHSG masih terpangkas 9,9 poin ke level 5.279,41.
Bursa saham Indonesia kini hanya bisa bergantung pada emiten komoditas yang masih dilanda aksi beli. Indeks saham pertanian dan tambang masing-masing menguat 0,24 persen dan 0,15 persen. Penguatan juga dialami emiten keuangan yang naik 0,25 persen.
Pemodal sudah mengguyur bursa saham Indonesia dengan dana hingga 1,48 triliun dari transaksi 10,23 miliar saham. Investor asing yang akhir pekan lalu membukukan aksi beli, kini juga ikut menahan diri. Asing mencetak nett sell Rp 25 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya