Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Diwarnai koreksi di pertengahan pekan, bursa saham Indonesia akhirnya menutup perdagangan Januari 2015 di zona hijau. Sentimen positif dari kawasan regional berhasil mengangkat indeks saham domestik.
Munculnya aksi beli pemodal asing jelang libur akhir pekan menambah stamina bagi indeks untuk melaju nyaman di zona hijau.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 30 Januari 2015, dua indeks acuan syariah mengakhiri transaksi di zona positif.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah 0,842 poin (0,49%) ke level 171,497. Penguatan ini ditopang naiknya harga saham dari 102 emiten syariah.
Dengan 35,87 miliar saham yang ditransaksikan pelaku pasar, tercatat 79 emiten syariah masih terkena aksi jual. Sisanya, 61 emiten syariah bergerak stagnan dan 79 lainnya sama sekali tak disentuh pelaku pasar.
Sepanjang perdagangan hari ini, ISSI tampaknya bergerak nyaman di zona hijau. ISSI hanya mencetak posisi terendah di zona positif di level 171,025. Sementara level tertinggi dicetak di 171,705.
Kenaikan signifikan juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 3,581 poin (0,51%) ke level 706,676.
Sebanyak 20 emiten syariah mengakhiri perdagangan Januari di zona hijau. Sementara 8 emiten keping biru lainnya terseret aksi jual dan 2 emiten memilih stagnan.
Mencetak posisi terendah di 704,898, pelaku pasar mentransaksikan 8,81 miliar saham bluechips syariah. Aksi jual beli ini melibatkan dana tak kurang dari Rp 3,11 triliun.
Pelaku pasar tampaknya mengincar emiten-emiten bluechips syariah di sektor barang konsumsi. Sebanyak tiga dari lima pencetak kenaikan harga saham tertinggi dihuni emiten di sektor ini.
Top gainer JII akhir pekan ini dicetak oleh ITMG yang menguat Rp 1.100 per saham. Diikuti UNVR yang naik Rp 450, MPPA Rp 20, INDF Rp 175, dan SMGR Rp 175 per saham.
Gelombang aksi beli seolah tengah melanda bursa saham Indoensia jelang libur akhir pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSGi) menutup akhir Januari 2015 dengan 26,686 poin (0,51%) ke level 5.289,404.
Lantai bursa dipenuhi aksi jual beli 52,03 miliar saham bernilai Rp 6,75 triliun. Dari jumlah tersebut, asing mencetak aksi beli bersih senilai Rp 550 miliar.
Emiten infrastruktur menjadi satu-satunya indeks sektoral yang bergerak melemah 0,97 persen. Sementara emiten perdagangan mencetak kenaikan tertinggi sebesar 1,45 persen, industri aneka 1,10 persen, dan pertanian 1,09 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya