Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia takluk dengan besarnya sentimen negatif yang menerpa lantai bursa. Alhasil, pelemaan indeks saham acuan mendominasi papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Meski masih mencatatkan nilai jual bersih, pemodal asing terlihat mulai mengurangi aksi jualnya dibandingkan perdagangan kemarin.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 0,434 poin (0,25%) ke level 170,655.
Sepanjang hari ini ISSI tak memiliki tenaga cukup untuk menyentuh zona hijau. ISSI justru terpuruk di teritori negatif dengan mencetak level terendah di 170,498 dan tertinggi 171,017.
Aksi jual saham syariah tampak terlihat mendomasi papan perdagangan ISSI. Sebanyak 95 emiten syariah melaju ke zona merah sementara 89 lainnya masih bisa bertahan menguat.
Sisanya, 51 emiten penghuni ISSI bergerak stagnan sedangkan 86 lainnya sama sekali tak disentuh pelaku pasar.
Tercatat 33,32 miliar saham diperdagangkan pelaku pasar. Nilai transaksi jual beli ini mencapai Rp 3,52 triliun.
Pelemahan juga melanda indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 2,990 poin (0,42%) ke level 703,095.
Sama dengan ISSI, indeks saham keping biru syariah ini juga sama sekali tak bisa menyentuh zona hijau. JII hanya bisa mencetak level tertinggi di 705,204 dan terendah 702,309.
Dari aksi jual beli 8,24 miliar saham bernilai Rp 2,25 triliun, sebanyak 10 emiten bluechips syariah melaju positif. Sisanya, 14 emiten JII bergerak lemah dan 6 lainnya stagnan.
Pasar modal Indosia secara keseluran memang didominasi pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi acuan kinerja BEI tercatat turun tipis 6,134 poin (0,12%) ke level 5.262,718.
Aksi jual pemodal memaksa 155 emiten mengungsi ke zona merah. Sisanya, 140 penghuni BEI melaju positif dan 105 lainnya stagnan.
Lantai bursa kali ini dipenuhi aksi jual beli 98,96 miliar saham bernilai Rp 5,24 triliun. Investor asing masih melanjutkan aksi jual dengan mencatat nett sell Rp 29,78 miliar.
Tiga sektor saham masih bisa bertahan menguat di tengah sentimen negatif yang melanda pasar. Emiten properti menjadi buruan investor dengan mencetak kenaikan 0,68 persen, diikuti perdagangan 0,14 persen dan infrastruktur 0,14 persen.
Sebaliknya, emiten pertanian justru dilanda aksi jual dan melemah 0,88 persen. Diikuti industri aneka 0,81 persen dan manufaktur 0,46 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya