Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia kembali tergelincir ke zona merah dilanda sentimen negatif dari bursa global. Melemahnya Wall Street diikuti bursa Asia dan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed memaksa pelaku pasar memilih aksi jual saham.
Dengan pelemahan ini, dua indeks acuan saham syariah tercatat sudah empat hari berturut-turut membuka perdagangan di zona merah.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 29 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,309 poin ke level 170,780.
Hingga 50 menit waktu perdagangan bursa, ISSI masih belum sanggup menyentuh zona hijau. ISSI malah tersungkur 0,368 poin (0,22%) ke level 170,721.
Tercatat sudah 78 emiten syariah yang longsor ke zona negatif sementara 53 lainnya masih bisa bertahan di zona hijau.
Pelaku pasar di awal perdagangan ini telah mentransaksikan 9,67 miliar saham bernilai Rp 937,12 miliar.
Pembukaan di zona hijau juga dicetak saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 1,832 poin ke level 704,253.
Dominasi emiten yang bergerak ke zona merah tampak terlihat dengan melibatkan 21 emiten. Sementar enam emiten mampu menguat di tengah tekanan aksi jual.
Saham-saham barang konsumsi dan BUMN memimpin laju kenaikan harga di jajaran emiten keping biru syariah. MPPA saat ini masih menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi sebesar Rp 60. Diikuti INDF Rp 50, LPKR Rp 35, ANTM Rp 10, dan TLKM Rp 10 per saham.
Langkah JII hingga 50 menit waktu perdagangan tercatat masih melemah 2,518 poin (0,28%) ke level 703,567.
Secara umum, lantai bursa saham Indonesia pagi ini memang dilanda aksi jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis 5,317 poin (0,10%) ke level 5.263,535.
Laju IHSG juga masih belum bisa keluar dari tekanan di sesi pembukaan usai turun 8,733 poin (0,17%) ke level 5.260,119.
Pagi ini pemodal asing masih berupaya melakukan pembelian selektif saham-saham yang menguntung. Nett buy asing tercatat Rp 39,75 miliar.
Emiten di sektor properti tampaknya menjadi buruan pelaku pasar dengan mencatatkan kenaikan 0,12 persen. Sementara emiten tambang dan pertanian menjadi pemberat laju indeks usai turun 0,40 persen dan 0,37 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya