Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia kembali tumbang setelah tersengat sentimen jatuhnya indeks Wall Street. Sentimen domestik yang kurang menyenangkan juga menambah tekanan di lantai bursa.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu, 28 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,283 poin ke level 170,920.
Laju ISSI hingga 30 menit waktu perdagangan masih terus tertekan meski mulai membaik. ISSI tergerus 0,180 poin (0,11%) ke level 171,023.
Sebanyak 56 emiten syariah masih sanggup bertahan di zona hijau meski lantai bursa diwarnai sentimen negatif. Namun 63 emiten ISSI sudah bergerak melemah dan 43 lainnya stagnan.
Di awal perdagangan ini, sudah 5,29 miliar saham yang ditransaksikan pelaku pasar. Aksi jual beli ini melibatkan dana hingga Rp 541,56 miliar.
Pembukaan di zona merah juga melanda saham-saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan melemah 1,752 poin ke level 705,957.
Pelaku pasar yang melakukan aksi balik badan membuat separuh penghuni JII, atau 15 emiten, melaju lemah. Hanya 8 emiten yang sanggup melawan tren pelemahan dan 7 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham unggulan syariah ini telah mencapai 1,58 miliar dengan nilai Rp 362,52 miliar.
Hingga 30 menit waktu perdagangan bursa, JI masih tertekan dengan melemah 1,191 poin (0,17%) ke level 706,518.
Secara umum, lantai bursa pagi ini memang dilanda tekanan aksi jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 4,928 poin (0,09%) ke level 5.272,221 pada sesi pra pembukaan.
IHSG masih belum bisa berbuat banyak di sesi pembukaan usai turun 9,439 poin (0,18%) ke level 5.271,690. Saat ini, IHSG terpantau masih lemehan 2,22 (0,04%) ke level 5.275,107.
Emiten di sektor komoditas menjadi tempat pelaku pasar melakukan aksi spekulasi. Indeks saham pertambangan dan pertanian menguat masing-masing 0,36 persen dan 0,27 persen.
Kenaikan tertinggi dialami emiten sektor perdagangan yang naik 1,02 persen.
Lantai bursa pagi ini sudah dibanjiri dana hingga Rp 988,07 miliar dari aksi jual beli 10,67 miliar saham. Pemodal asing mulai sedikit melepas portofolionya dengan mencetat nett sell sekitar Rp 56,96 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya