7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi
Dream - Kalangan masyarakat kelas atas bakal semakin menguasai dunia. Dengan porsi hanya 1 persen dari total penduduk dunia, warga kelas atas ini ditaksir menguasai separuh kekayaan di muka bumi.
Jika digabungkan, kekayaan masyarakat 1 persen ini bisa melampaui kekayaan dari 99 persen sisa warga dunia pada tahun 2016.
Mengutip laporan Oxfam yang dilansir disela World Economic Forum bertajuk Wealth: Having It All and Wanting More, disebutkan 52 persen kekayaan dunia pada 2014, dikuasai sekitar 46 persen oleh warga dari lima negara dengan populasi terbesar.
Sedangkan 80 persen penduduk dunia hanya membagi rata porsi 5,5 persen kekayaan dunia.
Ozfam memperingatkan kenaikan tajam kesenjangan ekonomi akan menghambat upaya memerangi kemiskinan global. Disebutkan 1 dari 9 penduduk dunia saat ini tidak memiliki cukup uang untuk makan. Sementara lebih dari satu miliar orang hidup dengan uang kurang dari US$ 1,25 per hari.
Dalam laporan yang diterbitkan bulan lalu, lembaga New Economics Foundation di Inggris mengatakan peningkatan kesenjangan ekonomi merupakan penyebab utama krisis keuangan.
Sementara itu ekonom Perancis Thomas Piketty, yang terkenal dengan bukunya 'Capital in the Twenty-First Century', memperingatkan bahwa ekonomi global akan terpengaruh jika kesenjangan ekonomi dibiarkan meningkat.
" Apakah kita ingin hidup di dunia di mana 1 persen (miliarder) menguasai kekayaan kita semua? Meluasnya kesenjangan global cukup mengejutkan dan meskipun isu-isu itu sebagai agenda global, kesenjangan antara kaya dan miskin melebar dengan cepat," kata Byanyima dari Oxfam dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman CNBC, Selasa, 27 Januari 2015.
Langkah-langkah yang disarankan Oxfam di antaranya menangkap para pengemplang pajak, baik itu perusahaan atau individu kaya. Selain itu penyediaan layanan gratis, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
" Sayangnya, masih ada miliaran orang yang tinggal di negara-negara miskin dengan ekonomi lemah," Ryan Bourne, kepala kebijakan publik di Institute of Economic Affairs London.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?