Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Ketakutan menyelimuti pelaku pasar lokal di lantai bursa saham. Secara serempak, pemodal melakukan aksi jual besar-besaran yang berimbas rontoknya indeks saham acuan.
Di tengah kepanikan pemodal domestik, investor lokal justru dengan leluasa melakukan aksi beli. Asing bahkan mencetak nett buy Rp 806 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 26 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) 2,291 poin (1,32%) ke level 170,695.
ISSI bahkan sempat terjun bebas ke level 168,931 sebelum diselamatkan aksi beli jelang penutupan perdagangan.
Kepanikan pemodal lokal menjual sahamnya membuat 154 emiten syariah terlempar dari zona hijau dan 43 lainnya stagnan. Beruntung masih ada 38 emiten yang menahan ambruknya ISSI.
Aksi jual saham syariah kali ini terbilang masif dengan melibatkan dana hingga Rp 5,16 triliun. Sebanyak 37,10 miliar saham ditransaksikan pelaku pasar.
Koreksi lebih dalam melanda saham-saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 11,299 poin (1,58%) ke level 705,428.
Sebanyak 26 emiten syariah terserang aksi jual pelaku pasar dan 3 lainnya masih jadi primadona. Tercatat hanya satu emiten yang bertahan stagnan.
Saham-saham barang konsumsi terkena aksi jual terbesar dipimpin ICBP yang melemah Rp 700, diikuti UNVR Rp 700, AALI Rp 475, PTBA Rp 400, dan INDF Rp 150 per saham.
Sebaliknya, saham-saham pencetak untung kali ini dihuni oleh UNTR yang menguat Rp 175, MPPA Rp 20, dan BSDE Rp 5 per saham. Saham stagnan di deretan JII hanya dihuni SMGR yang bertahan di level Rp 14.475 per saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal pekan ini terjun bebas hingga 63,861 poin (1,20%) ke level 5.260,024. IHSG bahkan sempat terhempas ke level 5.208,42.
Lantai bursa saham Indonesia kali ini dipenuhi dana hingga Rp 11,36 triliun dari jual beli 68,43 miliar saham.
Emiten di sektor barang konsumsi mengalami tekanan paling hebat dengan melemah 2,26 persen. Diikuti infrastruktur 1,86 persen, properti 1,50 persen, dan manufaktur 1,36 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya