Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Aksi pemodal yang mulai mengurangi aksi beli mengerus laju indesk saham acuan yang naik signifikan dua hari terakhir. Investor juga tersengat sedikit sentimen negatif dari kawasan regional.
Lantai bursa kini menggantungkan harapannya pada aksi belanja yang masih dilakukan pemodal asing.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 26 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah ke level 172,538.
Hingga 43 menit waktu perdagangan, ISSI masih belum bisa beranjak dari zona merah. ISII justru tergerus 0,645 poin (0,37%) ke level 172,341.
Sebanyak 57 emiten syariah masih bisa bergerak menguat di tengah pemodal yang mengurangi aksi belanjanya. Sementara 73 lainnya sudah mulai terkena tekanan aksi jual dan 47 lainnya stagnan.
Pelaku pasar tercatat sudah mentransaksikan 760 miliar saham bernilai Rp 1,11 triliun.
Pembukaan di zona hijau juga dicetak indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan melemah ke level 714,636.
JII saat ini masih berkutat di zona merah dengan melemah 4,214 poin (0,59%) ke level 712,513.
Tekanan aksi jual mendominasi perdagangan saham-saham keping biru syariah ini. Tercatat 15 emiten JII bergerak melemah dan 9 lainnya masih bisa melaju positif.
Nilai transaksi perdagangan saham bluechips syariah mencapai Rp 766,42 miliar dari aksi jual beli terhadap 2,40 miliar saham.
Secara keseluruhan lantai bursa saham Indonesia pagi ini dibuka melemah. Sentimen regional membuat pemodal hati-hati masuk ke pasar.
Pada pra pembukaan perdagangan saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 21,24 poin (0,40%) ke level 5.302,63. Tekanan IHSG kembali berlanjut di sesi pembukaan usai melemah 28,42 poin (0,53%) ke level 5.295,46.
Di awal pekan ini, tercatat 162,94 juta saham ditransaksikan pelaku pasar. Nilai transaksi mencapai Rp 190 miliar dengan indeks sektor saham perkebunan mencetak kenaikan 0,35 persen.
Beruntung masih ada investor asing yang menggelar aksi beli dengan nett buy Rp 20 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya