Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Raja Abdullah Bin Abdulaziz
Dream - Arab Saudi tengah berduka. Raja Abdulllah bin Abdulaziz meninggal dunia dalam usia 90 tahun pukul 1 dinihari.
Pangeran Salman bin Abdulaziz rencananya akan menggantikan posisi Raja Abdullah. Selama ini, sebagian tugas raja memang sudah dijalankan Pangeran Salman.
Pada akhir Desember lalu, Abdullah mengaku telah menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Dia pernah tampil ke muka publik dengan menggunakan kursi roda dan tabung oksigen. Sebelumnya, Raja Abdullah pernah menjalani operasi pada akhir 2012.
Mengikuti tradisi muslim, jenazah Raja Abdullah akan dikuburkan paling lambat 12 jam sejak kematiannya. Lokasi makam raja menjadi tempat istirahat bagi sang Raja.
Sosok Abdullah selama ini memang sangat dekat dengan negara adikuasa Amerika Serikat terutama dalam upayanya memerangi Al Qaeda. Abdullah juga menjadi sosok penting dalam memoderinisasi lingkungan kerajaan yang masih ultrakonservatif.
Dalam hal kekayaan, mengutip laman CBSnews.com, Jumat, 23 Januari 2015, Abdullah termasuk salah satu raja sekaligus kepala dunia terkaya di dunia. Dilaporkan, kekayaan pribadi Raja Abdullah mencapai US$ 20 miliar, setara Rp 249,27 triliun.
Sebagai mitra dekat, Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama menyampaikan ucapan duka sekaligus simpati warga AS bagi mendiang Raja Abdullah.
" Saya selalu menghargai cara pandang Raja Abdullah dan menghargai kemitraan kami yang murni dan hangat," ujarnya.
Abdullah lahir di Riyadh pada 1924 dan merupakan salah satu penerus dari pendiri kerajaan Saudi, Raja Abdul-Aziz Al Saud. Seperti putra Abdulaziz lainnya, Abdullah hanya mengenyam pendidikan dasar.
Diangkat menjadi raja pada 1982, Raja Abdullah menjadi pengganti saudaranya, Raja Fahd. Keputusan ini sempat mendapat tentangan dari saudara Fahd, Pangeran Sultan yang menginginkan jabatan tersebut.
Sejak berkuasa, Kerajaan Saudi yang lebih modern memang tampak terlihat. Baginya mengembangkan sumber daya manusia terlatih dan membuka pekerjaan bagi kalangan perempuan menjadi hal penting.
Di bawah kepemimpinannya, Abdulllah menunjukan dukungan yang besar pada dunia pendidikan dengan membangun universitas lokal dan beasiswa mahasiswa Saudi ke luar negeri.
Abdullah pun menandai era modernisasi kerajaaannya dengan mengangkat perempuan dalam Dewan Syariah. Langkah ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan kerajaan Saudi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya