Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pasar saham Indonesia belum berhenti mencetak rekor baru. Aksi beli pelaku pasar ditambah aksi belanja besar-besaran pemodal asing membawa indeks saham acuan melayang.
Seluruh indeks saham sektoral bahkan kompak bergerak di zona hijau dipimpin emiten industri aneka yang terbang 3,59 persen dan keuangan 2,19 persen.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 23 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,535 poin (0,90%) ke level 172,986.
Aksi beli pelaku pasar membuat ISSI bergerak nyaman di zona hijau. Indeks saham berisi lebih dari 300 saham syariah ini bahkan hanya mencetak posisi terendah di zona hijau di level 172,310. Sementara level tertingginya dicetak di 173,524.
Sebanyak 110 emiten syariah menutup perdagangan jelang libur akhir pekan di zona hijau. Sementara 78 emiten bergerak melemah dan 52 lainnya bergerak stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah berjalan ramai dengan melibatkan 46,27 miliar saham. Aksi jual beli ini melibatkan dana hingga Rp 5,97 triliun.
Penutupan positif juga dialami indeks saham bluechip syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 7,891 poin (1,11%) ke level 716,727.
Meski ditutup menguat, tak semua penghuni indeks JII melaju positif. Dari 30 emiten unggulan syariah, tercatat 9 emiten longsor ke zona merah. Sisanya, 18 emiten melaju positif dan 3 lainnya stagnan.
Pelaku pasar mentransaksikan sekitar 13,79 miliar saham senilai Rp 4,05 triliun.
Sama dengan ISSI, JII juga bergerak mantap di zona hijau. ISSI hanya mencetak level terendah 713,517 dan tertinggi 718,676.
Pada penutupan jelang akhir pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor. Menguat 70,702 pon (1,35%), IHSG ditutup di level rekor tertinggi 5.323,885.
Pasar modal Indonesia jelang liburan ini dilanda aksi beli pelaku pasar. Tercatat 64,94 miliar saham telah ditransaksikan pelaku pasar dengan dana melonjak hingga Rp 8,53 triliun.
Investor asing yang kemarin sempat kembali melakukan aksi jual saham, kini benar-benar memaksimalkan upayanya membeli portofolio saham. Asing mencetak nett buy hingga Rp 1,61 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya