Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mobil
Dream - Kalangan masyarakat kelas kini tengah dilanda demam bosan mobil mewah. Kalangan kaya ini memilih memodifikasi mobil paling gress yang baru dibelinya agar tetap mempertahankan sisi eksklusifitasnya.
Tren ini pula ditangkap pabrikab mobil mewah dengan menawarkan jasa modifikasi dan personalisasi. Pabrikan mobil mewah seperti Ferrari dan Rolls-Royce bahkan rela menyediakan jasa ini agar bisa memenuhi permintaan pelanggan.
Namun, mantan CEO Lotus mengatakan kepada CNBC bahwa mayoritas pabrikan mobil tidak bisa memodifikasi kendaraan. Masalahnya, pabrikan tak sanggup memenuhi permintaan desain karena memakan biaya lebih banyak dibandingkan membeli baru.
" Saya percaya produsen mobil mencoba untuk menuju ke arah ini, tetapi dibatasi oleh proses produksi. Implikasi biaya, waktu, dan rekayasa adalah faktornya," Dany Bahar, pendiri perusahaan desain interior custom Ares Performance seperti dikutip CNBC, Senin, 27 Januari 2015.
Jumlah klien yang datang ke Ares dilaporkan melampaui proyeksi Bahar. Dari prediksi 25 mobil, Ares telah menangani 62 mobil sepanjang 2014. Tahun ini mantan bos Lotus ini mengatakan perusahaan kemungkinan akan menangani sekitar 150 mobil.
Pasar mobil mewah terus menguat. Rolls-Royce mengatakan 2014 merupakan tahun penjualan tertinggi dalam sejarah 111 tahun kehadirannya di dunia otomotif. Tren baru juga muncul seiring pabrik mobil yang berusaha memasuki pasar premium.
Seorang analis mengatakan pertumbuhan pasar mobil mewah dan meningkatnya jumlah kendaraan yang dijual telah jenuh dan menurunkan eksklusivitas mobil mewah. Hal ini mendorong produsen untuk meluncurkan desain yang lebih unik.
" Masalahnya semakin banyak mobil mewah dan kendaraan yang dijual sehingga memengaruhi merek mobil mewah," kata Winston Chesterfield, associate director di Ledbury Research kepada CNBC.
Bahar mengatakan pelanggan miliardernya lebih senang membeli mobil baru untuk dimodifikasi di bengkelnya di Modena, Italia. Mereka biasanya membeli mobil baru dan mengapalkannya langsung dari pabrik ke bengkelnya itu.
Ia mengatakan bahwa dua pertiga dari pelangganya berasal dari Timur Tengah dan Rusia. Salah satu permintaan aneh yang pernah diterima Bahar adalah saat seorang pelanggan pria minta celana jean kekasihnya dijahit di jok kemudi mobilnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya