Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Menerawang 15 tahun ke depan, perbankan digital diyakini bakal mengontrol industri keuangan dunia. Bahkan 2 miliar penduduk bumi akan naik tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Laporan terbaru yayasan Gates Foundation menyebutkan telepon seluler (Ponsel) akan menjadi kunci dalam mengatasi rendahnya penetrasi perbankan di kalangan orang miskin.
Dalam laporan tahunan yang dilansir akhir pekan lalu, Gates Foundation menguraikan visi untuk 15 tahun ke depan. Salah satunya adalah membantu orang miskin mengubah hidupnya dengan memberikan akses ke fasilitas mobile banking.
Mengutip businessinsider, Selasa, 27 Januari 2015, Diperkirakan sekitar 25 miliar orang dewasa di dunia saat ini tidak memiliki rekening bank. Hal ini menghambat efektivitas mereka dalam mengolah aset yang dimiliki.
Kurangnya akses layanan keuangan yang efisien telah membuat masyarakat miskin membuang-buang waktu dan uang yang berharga. Mereka hanya menghamburkan uang atau membayar bunga yang tinggi kepada rentenir.
Gates Foundation memprediksi pada 2030, sebanyak 2 miliar orang yang tidak memiliki rekening bank akan melakukan pembayaran dan pembelian dengan Ponsel mereka. Mereka juga akan menggunakan alat komunikasi ini untuk menyimpan uang melalui penyedia mobile money yang akan memberikan berbagai layanan keuangan -mulai dari pinjaman hingga rekening tabungan.
Meski masyarakat miskin umumnya memiliki dana minim, laporan Gates Foundation menunjukan biaya marjinal dalam menciptakan transaksi digital mendekati nol. Apalagi lebih dari 70 persen orang dewasa di negara-negara berkembang memiliki ponsel.
Ini berarti perusahaan mobile banking akan menerima komisi dalam jumlah kecil dari jutaan transaksi dengan biaya yang murah. Dengan cara ini, perusahaan mobile banking akan mendapatkan keuntungan dari layanan mereka bahkan bagi individu yang paling miskin.
Laporan tersebut kemudian mencontohkan bKash, sebuah penyedia mobile money dari Bangladesh. Perusahaan ini telah memproses 2 juta transaksi seperti hari dengan nilai mencapai US$ 1 miliar setiap bulan. Namun akses ke bKash masih tidak seimbang. Masalahnya, 76 persen pria Bangladesh memiliki ponsel sementara yang wanita hanya 46 persen.
Masalah akses yang tidak proporsional ini hanya satu tantangan yang dihadapi industri mobile banking. Lainnya termasuk peraturan pemerintah, yang di banyak negara membatasi perbankan digital dan kurangnya lokasi di mana orang dapat mengubah uang digital mereka ke dalam kas dan sebaliknya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya