Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Aksi buru saham jelang penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengangkat mengangkat indeks saham acuan yang melaju flat sepanjang perdagangan. Aksi beli pemodal asing turut mendorong penguatan ini.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,508 poin (0,30%) ke level 171,203.
ISSI mengawali perdagangan di zona merah usai melemah ke level 170,501. Hampir sepanjang perdagangan, ISSI hilir mudik masuk zona merah. ISSI bahkan sempat terkoreksi ke level 169,695.
Adanya aksi beli jelang penutupan perdagangan menambah tenaga bagi laju ISSI. Terbukti kenaikan harga saham dari 116 emiten syariah membuat ISSI mengakhiri perdagangan di zona positif.
Namun papan perdagangan ISSI masih dipenuhi emiten yang bergerak melemah sebanyak 69 emiten dan 57 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai 32,08 miliar saham dengan nilai Rp 4,11 triliun.
Dominasi kenaikan harga saham juga melanda emiten keping biru syariah. Penguatan harga saham dari 23 emiten syariah mendorong Jakarta Islamic Index (JII) menguat 2,281 poin (0,32%) ke level 707,709.
JII masih meninggalkan 5 emiten bluechips syariah di zona merah dan 2 lainnya stagnan.
Sama seperti ISSI, JII juga mengawali perdagangan di zona merah di level 704,135. Indeks saham unggulan syariah ini bahkan sempat terperosok ke level terendah 699,590.
Sebanyak 8,31 miliar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan nilai Rp 2,66 triliun.
Secara umum, bursa saham Indonesia memang terselamatkan aksi beli jelang penutupan perdagangan. Indeks saham acuan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup menguat 17,125 poin (0,33%) ke level 5.277,149.
IHSG pagi tadi mengawali perdagangan dengan turun tipis 5,5 poin (0,11%) ke level 5.254,45.
Lantai bursa kali ini dibanjiri dana investor hingga Rp 6,4 triliun dari perpindahantangan 51,39 miliar saham. Pemodal asing masih mempertahankan aksi beli dengan nett buy Rp 646,43 miliar.
Emiten di sektor aneka industri menjadi satu-satunya indeks sektor yang bergerak melemah sebesar 2,03 persen. Sebaliknya emiten komoditas, pertambangan dan pertanian, menjadi buruan pelaku pasar dengan mencetak kenaikan 1,36 persen dan 1,21 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya