Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Gagal mewujudkan ambisi membangun bank syariah raksasa, sebuah bank Malaysia langsung banting setir. CIMB Islamic Bank Bhd berencana menawarkan kredit usaha mikro yang dianggapnya tengah menjadi tren saat ini.
" Kami sedang menjajaki usaha yang sesuai dengan tren tahun ini," Badlisyah Abdul Ghani, CEO unit syariah CIMB Holdings Group Bhd. di Kuala Lumpur seperti dikutip themalaymailonline.com, Kamis, 29 Januari 2015.
Menurut Badlisyah, perusahaan saat ini memiliki berbagai macam produk dan layanan syariah. Masuk dalam bisnis kredit mikro adalah bagian yang hilang bagi upaya kita untuk menjadi bank universal.
Kredit mikro syariah mencapai kurang dari 1 persen dari pinjaman di seluruh dunia. Badlisyah memperkirakan partisipasi yang lebih besar akan membantu memacu pertumbuhan industri pembiayaan syariah sebesar US$ 1,7 triliun.
Keuangan Mikro, dipelopori oleh penyabet Hadiah Nobel Perdamaian Muhammad Yunus di Bangladesh pada tahun 1976 dengan memberikan pinjaman US$ 5.000 atau kurang untuk mendukung wirausahawan dan bisnis.
Dalam pemeringkatan terhadap 228 negara oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) pada tahun 2013, negara Pakistan, Bangladesh dan Indonesia berada di antara 70 negara termiskin di dunia. Negara-negara tersebut gencar mendorong pembiayaan syariah untuk menjangkau penduduk pedesaan yang mungkin akan ditolak oleh layanan perbankan.
" CIMB memiliki kapasitas dan infrastruktur untuk menawarkan keuangan mikro dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi," tambah Mohamed Azahari Kamil, CEO Asian Finance Bank Bhd.
Menurutnya, langkah yang diambil CIMB adalah langkah tepat dan bisa membantu warga tak mampu sekaligus mempromosikan pertumbuhan keuangan syariah.
Ada 255 lembaga keuangan mikro syariah di seluruh dunia pada tahun 2013, dengan total pinjaman sebesar US$ 628 juta, menurut laporan dari Kuwait Finance House, mengutip sebuah survei oleh Consultative Group to Assist the Poor yang berbasis di Washington.
Sekitar 70 persen pemberi pinjaman berasal dari Asia Timur, Asia Selatan, dan Pasifik. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya