Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Biru, Istanbul
Dream - Turki makin serius mewujudkan ambisinya menjadi pusat keuangan ekonomi syariah dunia, khususnya di Eropa. Terbukti Turki akan mempercepat pembukaan unit syariah baru dari tiga bank pemerintah Turki.
Ketua Asosiasi Perbankan Syariah Turki, Osman Akyuz memprediksi aset bank syariah Turki bakal meningkat 30 persen menjadi US$ 60 miliar pada tahun 2015, naik 1,2 persen dalam 12 bulan terakhir hingga November lalu.
Unit baru yang mewakili tiga bank syariah Turki itu juga akan memperkenalkan instrumen utang baru. Sayang, Akyuz menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai unit syariah baru tersebut.
Pemerintah Partai AKP, salah satu pemerintahan paling religius dalam sejarah Republik Turki yang sekuler, ingin meningkatkan porsi perbankan syariah menjadi 15 persen pada 2023 dari sekitar lima persen sekarang.
Tiga bank pemerintah - Ziraat Bank, Vakif Bank dan Halkbank - telah sepakat untuk segera mendirikan unit perbankan syariah.
" Sementara pemain yang ada harus meninjau kebijakan dan strategi mereka, kompetisi ini merupakan tantangan yang sehat bagi tiga kreditur syariah tersebut," kata Akyuz, mantan CEO Albaraka Turk seperti dikutip cpifinancial.net, Kamis, 29 Januari 2015.
Upaya mengembangkan bank syariah di Turki sempat terhenti tahun lalu karena kontraksi di Bank Asya, yang sebelumnya bank syariah terbesar di negara itu.
Asetnya turun hampir setengah selama kuartal ketiga 2014 karena terjebak dalam perselisihan politik antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mantan sekutunya, seorang ulama yang pengikutnya mendirikan bank. Kemampuan pemberi pinjaman untuk mengeluarkan utang baru dibatalkan dan perusahaan negara menarik bisnis mereka.
" Apa yang terjadi pada salah satu dari anggota kami tidak mencerminkan masalah perbankan secara luas atau sistemik, tetapi hanya bagi bank (Asya) itu sendiri," kata Akyuz.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya