Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah `Menghijau` Jelang Libur Akhir Pekan

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 13 November 2015 16:23
Indeks Syariah `Menghijau` Jelang Libur Akhir Pekan
Saham industri dasar dan barang konsumsi menjadi motor penggerak IHSG

Dream - Bursa syariah berhasil mempertahankan laju positifnya meski dilanda tekanan jual jelang penutupan perdagangan. Berkurangnya aksi jual asing memberi peluang ineks syariah menguat.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 13 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,471 poin (0,34%) ke level 141,037.

Meski didominasi pelemahan, indeks saham bluechips syariah juga berhasil ditutup menguat. Naik 5,069 poin (0,87%), Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat di level 587,550.

Munculnya kembali sentimen kenaikan bunga The Fed sempat membuat kedua indeks acuan saham syariah ini dibuka melemah. Namun kembalinya aksi beli investor membuat kondisi berbalik.

Perlahan-lahan pelaku pasar mulai kembali melantai di bursa saham Indonesia. Aksi beli investor mendorong 62 emiten syariah menatap libur akhir pekan di zona hijau.

Namun indeks ISSI hari ini masih didominasi koreksi harga saham yang melanda 97 emiten. Sisanya, 53 emiten bertahan stagnan.

Kondisi yang sama terjadi di jajaran indeks JII. Dominasi koreksi saham terjadi pada 18 emiten. Namun JII memilih ikut bergerak menguat bersama 9 emitennya.

Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,5 triliun dengan 29,17 miliar saham berpindahtangan.

Saham-saham favorit pemodal jelang akhir pekan ini diantarana UNVR yang naik Rp 1.700 dan INTP Rp 700 per saham. Top gainer lainnya adalah SMGR yang naik Rp 525, AKRA Rp 250, dan UNTR Rp 200 per saham.

Di jajaran top losser bertengger sejumlah saham komoditas seperti AALI yang turun Rp 500, IMTG Rp 375, dan INCO Rp 150 per saham.

Terangkatnya harga saham emiten indstri dasar dan barang konsumsi juga berhasil mendorong Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ke zona hijau.

Jelang libur akhir pekan, IHSG bertengger di level 4.472,838 atau naik 10,613 poin (0,24%).

Tekanan berat justru dialami kurs rupiah terhadpa dollar. Melemah sepanjang perdagangan, rupiah sore ini melemah 75 poin (0,55%) menjadi 13.672 per dollar AS.

Beri Komentar