Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa syariah berhasil mempertahankan laju positifnya meski dilanda tekanan jual jelang penutupan perdagangan. Berkurangnya aksi jual asing memberi peluang ineks syariah menguat.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 13 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,471 poin (0,34%) ke level 141,037.
Meski didominasi pelemahan, indeks saham bluechips syariah juga berhasil ditutup menguat. Naik 5,069 poin (0,87%), Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat di level 587,550.
Munculnya kembali sentimen kenaikan bunga The Fed sempat membuat kedua indeks acuan saham syariah ini dibuka melemah. Namun kembalinya aksi beli investor membuat kondisi berbalik.
Perlahan-lahan pelaku pasar mulai kembali melantai di bursa saham Indonesia. Aksi beli investor mendorong 62 emiten syariah menatap libur akhir pekan di zona hijau.
Namun indeks ISSI hari ini masih didominasi koreksi harga saham yang melanda 97 emiten. Sisanya, 53 emiten bertahan stagnan.
Kondisi yang sama terjadi di jajaran indeks JII. Dominasi koreksi saham terjadi pada 18 emiten. Namun JII memilih ikut bergerak menguat bersama 9 emitennya.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,5 triliun dengan 29,17 miliar saham berpindahtangan.
Saham-saham favorit pemodal jelang akhir pekan ini diantarana UNVR yang naik Rp 1.700 dan INTP Rp 700 per saham. Top gainer lainnya adalah SMGR yang naik Rp 525, AKRA Rp 250, dan UNTR Rp 200 per saham.
Di jajaran top losser bertengger sejumlah saham komoditas seperti AALI yang turun Rp 500, IMTG Rp 375, dan INCO Rp 150 per saham.
Terangkatnya harga saham emiten indstri dasar dan barang konsumsi juga berhasil mendorong Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ke zona hijau.
Jelang libur akhir pekan, IHSG bertengger di level 4.472,838 atau naik 10,613 poin (0,24%).
Tekanan berat justru dialami kurs rupiah terhadpa dollar. Melemah sepanjang perdagangan, rupiah sore ini melemah 75 poin (0,55%) menjadi 13.672 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya