Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream - Tahun depan memberikan suatu pencerahan bagi pasar modal Tanah Air. Bagaimana tidak, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mengeluarkan aturan-aturan baru yang mampu menggairahkan sektor keuangan syariah ini.
Pengamat pasar modal syariah, Gunawan Yasni menyebutkan pemerintah tampaknya akan menerbitkan banyak utang syariah alias sukuk. Langkah ini guna menambal APBN 2016 sebagai ancer-ancer, jika penerimaan pajak tidak memenuhi target seperti yang terjadi pada tahun ini.
" Kita bicara sukuk, seperti yang sudah-sudah sukuk negara kita bertitik di ritel, dan sekarang sudah berbasis proyek. Jadi ke depan, jika pajak tidak memenuhi target maka pemerintah akan mengeluarkan sukuk," ujarnya kepada Dream.co.id, Jumat, 13 November 2015.
Sukuk negara menjadi satu-satunya instrumen keuangan yang bisa membiayai proyek karena kalau obligasi negara itu hanya untuk membiayai belanja rutin. " Maka, nanti sukuk ini jadi primadona di pasar modal syariah," tegasnya.
Tidak hanya sukuk, Gunawan menilai reksadana syariah pun bisa lebih menggeliat di tahun depan. Pasalnya, OJK tengah menggodok aturan agar masyarakat dapat memli saham-saham di pasar modal luar negeri tetapi dananya melalui pasar modal syariah dalam negeri.
" Jadi daripada dananya langsung diparkir di luar negeri, lebih bagus berinvestasi di pasar modal syariah dalam negeri tetapi bisa beli saham di luar negeri. Ini animo masyarakat besar, meski masih investor besar karena minimal dananya US$ 10 ribu," ungkapnya.
Menurut Gunawan, dengan aturan yang segera rampung ini maka akan memberikan dampak besar bagi pasar modal syariah. Apalagi di tengah sektor riil yang masih lesu, maka pasar modal syariah bisa menjadi instrumen investasi yang lebih menjanjikan dan stabil.
" Dengan tambahan aturan ini maka akan ada sebuah milestone besar, jadi tambah bergairah," pungkasnya. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?