Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde
Dream - Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Chistine Lagarde tanpa sungkan mengaku terkesan dengan sistem keuangan syariah. Model ini dianggap lebih stabil dibandingkan sistem konvensional.
Lagarde mengungkapkan kekuatan sistem keuangan syariah terletak pada inklusifitas dan stabilitasnya.
Meski sudah berkembang lama, IMF menilai keuangan syariah belum mencapai posisi optimal. Aset keuangan syariah hanya 1 persen dari total dunia.
" Jadi sangat jelas masih banyak ruang untuk tumbuh. Apalagi produk keuangan syariah bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas," kata Lagarde mengutip eurasiareview.com, Kamis, 12 November 2015.
Menurut Lagarde, meski belum mencapai posisi optimalnya, keuangan syariah mempunyai potensi yang masih bisa dikembangkan.
Berikut tiga faktor yang diperlukan untuk membuka potensi optimal sistem keuangan syariah dunia versi Lagarde:
1. Menciptakan Lingkungan Kondusif
Prioritas pertama adalah meningkatkan level bermain yang lebih tinggi sekaligus lingkungan yang memungkinkan keuangan syariah berkembang lebih besar. Sembari tetap menyadari risiko yang ada.
Artinya, sistem ini harus bisa beradaptasi dengan regulasi keuangan yang ada namun tetap sesuai prinsip Islami dan tidak merugikan bank syariah.
2. Mengembangkan Industri dan Pasar
Lagarde menganggap banyak negara masih bisa mendorong perbankan syariah untuk membiayai UKM. Sebagai contoh, informasi mengenai kualitas kredit UKM harus diperkuat termasuk kemampuan pendanaan.
Beragam inisiatif ini bisa dilakukan kalangan industri sendiri. Meski tak menampik perlunya dukungan dari lembaga lain.
3. Memastikan Stabilitas Keuangan
Prioritas utama bagi pembuat kebijakan adalah memperkuat regulasi sekaligus pengawasan untuk menjadi stabilitas sektor keuangan.
" Kami harus bisa memastikan institusi keuangan Islami tak dibawah atau melebihi standar yang ada," kata Lagarde.
Saat ini, sistem keuangan syariah telah menjadi tulang punggung bagi 10 negara di dunia. Total aset mereka mencapai 15 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya