Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pemerintah Republik Indonesia mempercepat kepulangan 450 WNI Overstayer dan TKI Undocumented (WNIO/TKIU) dari Jeddah, Arab Saudi. Sesuai jadwal, seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa, 11 November 2015.
Menurut keterangan tertulis yang diterima Dream, pemulangan tersebut akan dibagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Dalam kloter pertama, akan ditampung sebanyak 320 orang WNIO/TKIU. Mereka diberangkan pada pukul 12.00 WIB menggunakan pesawat khusus Air Asia Extra (IAAX) XT 2994 ETA.
Sementara 130 orang WNIO/TKIU lain, dijadwalkan terbang menggunakan penerbangan Emirates EK 356 ETA pukul 15.40 WIB.
Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, 450 orang WNIO/TKIU tersebut mendapatkan pengarahan dari kementerian dan lembaga terkait. Selanjutnya, seluruh WNIO/TKIU tersebut akan didata dan diberi fasilitasi pemulangan ke daerah asalnya.
Pemulangan WNI yang berada di Arab Saudi ini merupakan program yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 17 Desember 2014 lalu. Program ini kemudian dipercepat pelaksanaannya sejak awal September 2015.
Menurut data Kementerian Luar Negeri RI, selama periode Januari hingga 28 Oktober 2015 pemerintah telah memfasilitasi kepulangan sebanyak 87.785 WNI yang tersebar di beberapa negara. Dalam perkiraan pemerintah, terdapat sebanyak 1,8 juta orang WNIO/TKIU.
Kemenlu menjelaskan, pemulangan WNIO/TKIU ini menggunakan berbagai skema pembiayaan. Beberapa diantaranya ialah pembiayaan mandiri, pembiayaan oleh negara tujuan, maupun pembiayaan oleh pemerintah Indonesia, khususnya bagi kelompok rentan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya