Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indonesia tidak bisa dibilang pemain baru lagi dalam industri keuangan syariah. Berbagai produk investasi syariah unggulan telah diluncurkan. Sayangnya, pengalaman ini tidak membuat Indonesia dianggap sebagai pemain handal dalam sektor ini.
Mengapa demikian?
Pengamat Ekonomi Syariah, Adiwarman Karim menilai rasa percaya diri orang Indonesia terhadap produk investasi syariah yang dimilikinya cukup rendah.
" Sukuk, kita punya barang bagus, tetapi tidak pintar kasih tahu kalau kita punya produk bagus. Sukuk negara RI itu terbagus di dunia, tetapi kita tidak pintar mengemasnya," ungkap Adiwarman di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2015.
Bahkan, Indonesia sudah pantas bersaing dengan Inggris dan Malaysia sebagai pusat keuangan syariah di dunia.
" Di Inggris itu hanya 2-3 universitas menyediakan jurusan syariah. Di Indonesia, ada 160 universitas yang hampir semua menyediakan jurusan ekonomi syariah. Namun, kita tidak ngetop," tegasnya.
" Jadi kita (Indonesia) itu jagoan tapi tidak merasa jagoan. Ya antara rendah diri dan rendah hati itu memang dekat," sindirnya.
Meski demikian, lanjut Adiwarman, perkembangan industri syariah saat ini sudah cukup baik. Hanya saja diharapkan rasa optimis yang besar untuk mengembangkan industri inike depannya.
" Walau begitu kan kita sudah tumbuh dengan baik. Ya walau bagaimanapun kan kita harus berdamai dengan keadaan. Jadi ya kita beli saja produk syariah karena dijamin halal dan kinerjanya juga bagus," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya