5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream - Lembaga jasa keuangan Noor Bank yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, tertarik untuk berinvestasi pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk dalam bentuk private placement.
Menurut Deputy CEO Noor Bank, Ahmed Aljanahi, pihaknya tertarik memborong sukuk yang nilainya dipastikan dalam jumlah besar.
Bank syariah asal Dubai ini akan menjadi arranger untuk penerbitan SBSN atas nama pemerintah Indonesia.
Noor Bank memang tengah mencari pasar sukuk di Indonesia, Turki dan pasar internasional lainnya untuk menghindar dari ketatnya persaingan di dalam negeri.
Selain itu, seperti dikutip dari Arabian Business, Jumat, 4 September 2015, Noor Bank berupaya untuk memanfaatkan industri keuangan syariah global yang kini tengah booming.
" Dua minggu lalu, kami berpartisipasi dalam penerbitan sukuk PT Garuda Indonesia Tbk senilai US$ 500 juta. Dan hari ini kami membahas sukuk yang lebih besar dari itu," ujar Aljanahi ketika bertandang ke Jakarta, pekan lalu.
Sukuk PT Garuda Indonesia Tbk, bertenor lima tahun dan bernilai hingga US$ 500 juta adalah sukuk internasional pertama dari BUMN bidang penerbangan tersebut.
Menurut Aljannahi, para pejabat Indonesia belum menentukan nilai sukuk negara yang akan diterbitkan, namun akan berbasis pada dolar AS.
" Ini akan membawa dolar AS ke Indonesia sehingga membantu memperkuat cadangan devisa kita dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar kita," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers bersama Aljannahi.
Seperti diketahui, sejak Senin pekan ini mata uang Rupiah terus melemah hingga tembus ke level Rp 14 ribuan. Ini adalah level terendah dalam 17 tahun terakhir.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?