Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Mungkin banyak yang belum menyadari kehebatan surat utang syariah (sukuk) yang dimiliki Indonesia. Publik terlalu silau dengan kehebatan perkembangan keuangan syariah di Malaysia dan Inggris.
Namun, Pengamat Ekonomi Syariah Adiwarman Karim menyebutkan setidaknya ada tiga hal yang dimiliki sukuk Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. Pertama, pemerintah RI berani menerbitkan sukuk secara regular.
" Kita punya regular issuance, negara lain tidak atau kalau ada pun hanya sekali-kali, kalau kita sering," tegas Adiwarman di Jakarta, Rabu, 11 November 2015.
kehebatan kedua, lanjut Adiwarman, sukuk di Indonesia kebanyakan sukuk ritel sehingga masyarakat bisa berpartisipasi menjadi investor di pasar sukuk tanah air. Hal ini berbeda dengan negara lain yang kebanyakan menerbitkan sukuk dengan nilai yang sangat besar.
" Indonesia punya sukuk ritel, jadi masyarakat bisa ikut, sedangkan di negara lain sukuknya gede-gede. Di sini 5 jutaan bisa beli," tegasnya.
Terakhir, Adiwarman juga mengungkapkan kehebatan sukuk yang dikeluarkan pemerintah Indonesia merupakan asset backed sukuk atau project based sukuk. Sementara di dunia kebanyakan sukuk yang diterbitkan merupakan asset based sukuk.
" Asset based itu uangnya dipakai untuk macam-macam, kalau di Malaysia, sukuknya dipakai untuk APBN, tapi kalau di Indonesia untuk proyek jadi ketahuan, jalan tol mana, double track mana yang dibiayai sukuk," jelasnya.
Apa dampaknya asset backed sukuk ini bagi perekonomian? Menurut Adiwarman, sukuk yang terbaik adalah asset backed sukuk karena uang dari penjualan sukuk ini jelas penggunaannya. Hal ini dapat mencegah potensi terjadinya bubble effect yang masih bisa terjadi dari penerbitan asset based sukuk.
" Kalau aset based, karena uang sama barang tidak langsung di-matching-kan maka risiko bubble seperti yang terjadi di Amerika masih bisa terjadi walaupun syariah. Asset backed, karena wujudnya jelas, jadi jalan tol, double track, maka bubble-nya tidak terjadi karena duitnya jelas untuk barang, ada keseimbangan antara uang dengan barang," tegasnya.
Sayangnya, Adiwarman menyebutkan dari seluruh sukuk yang diterbitkan di dunia, 85%-nya merupakan asset based sukuk. Sementara, hanya 15% yang merupakan asset backed sukuk dan Indonesia-lah yang berani menerbitkan sukuk ini.
" Sukuk asset based dan asset backed dua-duanya halal, tapi kalau asset backed ini halalan toyyiban, dia halal dan juga baik bagi ekonomi karena tidak menimbulkan bubble effect," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya