Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dua negara pusat ekonomi syariah dunia, Uni Emirat Arab dan Malaysia tampaknya serius menerbitkan surat utang ramah lingkungan (green sukuk). Setidaknya satu produk akan diluncurkan pada tahun depan.
Produk sukuk ramah lingkungan ini dirancang untuk membantu beragam insitiatif ramah lingkungan seperti misalnya Climate Bond.
" DEWA (Dubai Electricity and Water Authority) telah mengatakan mereka sedang mengkaji penerbitan gren sukuk untuk energi terbarukan," kata CEO Climat Bond Initiative, Sean Kidney mengutip laman Zawya, Jumat, 6 November 2015.
Perusahaan ini memang memiliki sejumlah kelompok penasihat sukuk di UEA dengan misi mempromosikan penerbitan green sukuk.
" Uang berlimpah di dunia dan tak ada kekurangan modal. Kami hanya harus mendesak pemerintah agar menerbitkan," kata Kidney.
Mengutip data International Energy Agency (IEA), suhu dunia saat ini telah meningkat 7 derajat. Akibatnya, sejumlah bagian di dunia tak dapat ditinggali dan berdampak pada masyarakat kaya dan miskin.
Kidney menjelaskan, salah satu alasan dirinya mendorong program green sukuk adalah ide menggabungkan upaya melindungi lingkungan namun tetap memastikan sistem keuangan dirancang untuk dunia.
" Bukan hanya menghasilkan uang untuk kalangan kaya New York," kata Kidney.
Dunia saat ini mengelola setidaknya US$ 65,9 miliar surat utang hijau. Sebagian besar produk berkait dengan bidang transportasi dan energi.
Diperkirakan tahun depan penerbitan surat utang ramah lingkungan mencapai US$ 50 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya