Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kekhawatiran lesunya pasar surat utang syariah (Sukuk) pada tahun ini tampaknya bakal terjadi. Bank Negara Malaysia (BNM), salah satu emiten sukuk global terbesar, dikabarkan berhenti menerbitkan sukuk.
" Di paruh pertama 2015, bank sentral Malaysia itu mengurangi penerbitan sukuk hingga 42,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Mohamed Damak, Kepala Keuangan Syariah S&P seperti dikutip dari laman Zawya, Kamis, 9 Juli 2015.
BNM sendiri hanya menerbitkan sukuk senilai US$ 45 miliar pada 2014 dari penerbitan total US$ 116,4 miliar.
Penurunan sukuk terjadi setelah penerbitan sukuk mengalami pertumbuhan hingga dua digit selama bertahun-tahun.
Dalam sebuah laporannya, S&P mengatakan salah satu alasan di balik keputusan BNM adalah karena sukuk yang sudah diterbitkan telah diserap secara luas oleh investor.
Akibatnya, bank sentral memutuskan untuk beralih ke instrumen lain.
" Oleh karena itu, S&P merevisi perkiraan total penerbitan sukuk tahun ini menjadi sekitar US$ 50-60 miliar dari US$ 100-115 miliar," kata Damak.
Kuala Lumpur dan London telah menjadi pusat utama sukuk diikuti oleh negara-negara Teluk. Nilai global sukuk yang beredar adalah US$ 269,4 miliar pada akhir tahun 2013. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya