Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Dream - Pemerintah kembali berencana masuk ke pasar surat utang syariah (sukuk) internasional melalui penerbitan Sukuk Global sebesar 2 miliar dolar AS, dengan tenor 10 tahun dan akan jatuh tempo pada tahun 2025. Setelmen akan dilaksanakan pada 28 Mei 2015.
Ini merupakan penerbitan sukuk global terbesar yang dikeluarkan oleh Pemerintah sejak tahun 2009, dan bahkan juga merupakan penerbitan Global Sukuk dalam satu tranche (single-tranche) terbesar di dunia. Sukuk global ini diterbitkan pada harga par dengan imbalan sebesar 4,325 persen dan telah memperoleh peringkat Baa3 dari Moody's, BB+ dari S&P dan BBB- dari Fitch.
Sukuk global ini diterbitkan berdasarkan prinsip syariah dengan menggunakan struktur Wakalah dengan dua macam underlying. Pertama, Barang Milik Negara berupa tanah dan bangunan, sebesar 51 persen. Kedua, proyek-proyek pemerintah, sebesar 49 persen.
Dalam keterangan resminya, Selasa, 26 Mei 2015, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko menyatakan bahwa sukuk global ini diterbitkan oleh Pemerintah melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia khusus untuk melakukan penerbitan SBSN. Sementara itu, penerbitannya akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing).
Sebagai informasi, penerbitan sukuk global ini adalah penerbitan keenam sukuk berdenominasi dolar AS, dan keempat kalinya diterbitkan dalam Islamic Global Medium Term Notes (Islamic GMTN) Program yang telah ditingkatkan menjadi senilai 10 miliar dolar AS.
Transaksi ini dilaksanakan sejalan dengan rencana pembiayaan pemerintah tahun 2015, sekaligus untuk memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global dan mendukung pengembangan keuangan syariah di pasar global.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya