Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perjalanan pengembangan industri surat utang syariah (sukuk) di Indonesia sudah berlangsung selama 13 tahun. Dimulai dengan penerbitan perdananya oleh PT Indosat pada 2002 hingga kini, pada 2015, penetrasi pemerintah dalam mengembangkannya pun makin kuat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membentuk dewan syariah, menetapkan 2015 sebagai tahun pasar modal syariah, merilis roadmap dan menetapkan logo serta tagline pasar modal syariah.
Belum puas dengan hasil yang sudah didapat, OJK pun menggandeng Inggris untuk bekerjasama mengembangkan pasar sukuk domestik.
Kerjasama ini diawali dengan penyelenggaraan workshop untuk mengembangkan wacana tersebut. Workshop bertema Pengembangan Pasar Sukuk Domestik melalui Pasar Global ini diikuti oleh para pelaku industri pasar modal, regulator terkait, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dan Lord Major of the City of London Alan Yarrow.
" Pasar modal syariah Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk berkontribusi dalam pembiayaan kegiatan pembangunan nasional dan pada akhirnya menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto saat membuka workshop Pengembangan Sukuk Domestik Indonesia, Rabu, 20 Mei 2015, di Jakarta.
" Dalam upaya pengembangan pasar modal syariah, kerjasama dengan para pihak khususnya dalam lingkup internasional menjadi sangat penting," tambahnya.
Rahmat menambahkan, OJK juga hendak melakukan adopsi atas international best practices dari negara-negara yang telah sukses mengembangkan industri jasa keuangan syariah.
" Termasuk Inggris, yang merupakan hub industri jasa keuangan syariah di Eropa," tandasnya.
Laporan Kurnia Yunita Rahayu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya