Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Dream - Dana syariah saat ini yang mencapai US$ 60 miliar diperkirakan tumbuh setidaknya US$ 77 miliar pada 2019, sementara permintaan dana syariah diproyeksikan tumbuh US$ 185 miliar selama lima tahun ke depan, menurut The Global Islamic Asset Management Outlook yang diterbitkan oleh Thomson Reuters.
Laporan Thomson Reuters tersebut didasarkan pada survei terhadap manajer aset, investor, dan pelaku pasar lainnya seperti regulator, konsultan, dan lembaga keuangan. Mereka mengatakan ada peluang pertumbuhan dana yang besar tetapi industri syariah akan berjuang untuk mencapai potensinya dalam jangka pendek dan menengah.
" Laporan ini menyoroti kesenjangan permintaan-penawaran saat ini dan yang akan datang, yang diproyeksikan tumbuh US$ 108 juta pada 2019. Selain itu laporan tersebut menyarankan strategi dan bidang fokus bahwa pelaku industri harus mempertimbangkan untuk tumbuh secara maksimal," kata Dr Sayd Farook, Kepala Pasar Modal Syariah Global untuk Thomson Reuters yang dikutip dari Gulf News, Selasa 26 Mei 2015.
Meskipun terjadi krisis keuangan, serta pergolakan politik di wilayah MENA dan krisis Euro, mayoritas investor dan manajer aset masih percaya bahwa kinerja dan efisiensi selama lima tahun terakhir tetap sama atau melebihi harapan. Dengan momentum ini, manajer aset berniat untuk meningkatkan kepemilikan investasi syariah mereka dalam 12 bulan ke depan.
Wilayah Teluk telah menjadi tujuan investasi yang paling disukai bagi investor dan manajer aset. Sementara sukuk dan ekuitas adalah jenis aset yang paling disukai untuk tahun 2015 dan 2016. Sebagian besar manajer aset juga berharap ada kerangka hukum syariah yang lebih mendukung industri mereka.
Peluang yang paling potensial untuk industri manajemen aset syariah termasuk manajemen kekayaan, private equity, crowd funding, sustainable investing, dan investasi sosial.
" Hampir 70 persen dari kekayaan Timur Tengah ditransfer ke luar negeri. Untuk menarik kekayaan ini, manajer aset syariah harus bersaing dengan lembaga di luar negeri dengan menyediakan imbal hasil yang menarik dan kualitas layanan dan kustomisasi produk yang lebih unggul," kata Nadim Najjar, Managing Director Thomson Reuters untuk Wilayah MENA.
Industri manajemen aset sangat terkonsentrasi di pasar inti. Pada tahun 2014, 84 persen dari total dana kelolaan syariah berada di delapan negara, dengan Arab Saudi dan Malaysia menyumbang 69 persen dari total dana kelolaan.
Di luar pasar inti Malaysia dan Arab Saudi, ada kantong-kantong pertumbuhan dana syariah lainnya seperti Pakistan dan Indonesia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

