Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Semangat window dressing pelaku pasar jelang akhir tahun mendongkrak indeks saham syariah ke zona positif. Aksi beli asing ikut membantu meski dengan nilai yang mulai mengendur.
Penguatan bursa utama regional juga menjadi pemicu investor untuk kembali melantai di bursa saham Indonesia.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa,29 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,485 poin (0,34%) ke level 143,706.
Indeks saham bluechips syariah juga berbali menguat dengan kenaikan 2,159 poin (0,36%) ke level 599,436.
Kedua indeks acuan saham syariah ini membuka perdagangan dari zona negatif. ISSI sempat turun ke level 143,072 sebelumnya berbalik ke level tertingginya di 143,706.
Transaksi perdagangan saham syariah sedikit melemah dengan hanya mencetak nilai Rp 3,79 triliun. Aksi beli investor mengangkat 101 emiten syariah ke zona positif sedangkan 80 lainnya tertekan aksi jual.
Lebih dari separuh penghuni JII juga sukses ditutup menguat. Lebih dari 16 saham unggulan syariah mengalami kenaikan harga sementara 9 lainnya tertekan aksi jual.
Saham sektor tambang kali ini menjadi idola pelaku pasar untuk menambah portofolionya jelang akhir tahun. Emiten tambang menguat tertinggi hingga 1,63 persen, disusul perkebunan 0,91 persen, dan barang konsumsi 0,48 persen.
Emiten sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang bergerak melemah sebesar 0,60 persen.
Investor hari ini berburu saham perusahaan alat berat, UNTR yang naik Rp 350 per saham. Top gainer lainnya adalah UNVR Rp 225, SILO Rp 175, ICBP Rp 150, dan INCO Rp 145 per saham.
Sebaliknya, saham LPPF mengalami koreksi terdalam usai melemah Rp 300. Diikuti AALI yang melemah Rp 150, ITMG Rp 75, INDF dan TLKM Rp 25 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah jelang penutupan akhir tahun ini kembali bergerak melemah. Rupiah turun 78 poin (0,57%) menjadi 13,724 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya