Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Situs Indonesia.Travel
Dream - Pemerintah Indonesia pelan-pela mulai memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk mempromosikan potensinya ke mancanegara. Salah satunya dilakukan Kementerian pariwisata yang menggandeng Google untuk menjalankan strategi digital marketing dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya menuturkan, Indonesia selama ini telah mengandeng raksasa mesin pencari itu untuk mempromosikan situs Indonesia.Travel. Dengan cara ini, Kemenpar berharap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia akan semakin meningkat.
Langkah pemerintah ini untuk sementara boleh dikatakan mendulang sukses. Setidaknya, pengunjung laman Indonesia.Travel meroket sampai 600 persen.
" Lifestyle telah berubah, 27 persen Wisman akan searching dan melakukan payment melalui digital. Jadi media Indonesia.Travel enam kali lipat setelah kerjasama pada Agustus lalu," ungkap Arief di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Melihat kesuksesan ini, Kemenpar bertekad menjadikan Google sebagai mitra utama dalam melaksanakan digital marketing. Apalagi pada 2016 mendatang, Arief menargetkan menyasar seluruh negara. Untuk tahun ini, Kemenpar memang baru menggeber promosi di lima negara saja.
" Borobudur ngehits sekali waktu ditaruh di-landing page-nya Google. Hits kita rata-rata pas April sampai Juli sekitar 1300 pengunjung perbulan. Kemudian jumlah klik meningkat sampai delapan ribu setelah bulan Agustus," imbuhnya.
Selanjutnya Arief mengungkapkan data pada bulan November terdapat 1,2 juta orang yang membuka situs Indonesia.travel. Hal ini merupakan kabar yang mengembirakan, karena sebelumnya hanya berkisar di angka 12.000 pengunjung.
" Keunggulan lainnya Google ini bisa spesifik menyasar orang-orang pengguna dunia digital. Langsung kepada orang-orang yang menyukai wisata bahari, penyuka cultural," kata Arief.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya