Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Emiten perkebunan berkibar di perdagangan awal pekan ini. Aksi beli investor pada saham perkebunan sukses membantu indeks syariah ditutup di zona positif.
Namun penguatan indeks syariah di sesi kedua sempat terganggu tekanan jual jelang sesi penutupan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 28 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berbalik menguat 1,210 poin (0,85%) ke level 143,221.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup menguat 4,028 poin (0,68%) ke level 597,277.
Kedua indeks acuan saham syariah ini memulai sesi perdagangan awal pekan terakhir 2015 di zona merah. Beruntung munculnya aksi beli seiring spekulasi window dressing mengangkat ISSI dan JII ke jalur hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah awal pekan ini mencapai Rp 4,19 triliun dengan 121 emiten ISSI bergerak menguat. Diantara penguatan tersebut, 20 diantaranya merupakan emiten penghuni indeks JII.
Selain emiten sektor perkebunan yang meroket 2,67 persen, indeks sektoral lain yang bergerak menguat adalah properti 1,63 persen dan keuangan 1,44 persen.
Emiten industri aneka menjadi satu-satu indeks sektoral yang ditutup melemah sebesar 0,46 persen.
Dua saham kelompok Astra menjadi motor penggerak indeks JII. Top gainer indeks saham bluechips syariah ini dihuni oleh UNTR yang naik Rp 800, AALI Rp 525, LPPF Rp 475, UNVR Rp 375, dan INDF Rp 195 per saham.
Sebaliknya, dua saham emiten plat merah, SMGR dan PGAS harus terperosok daftar top losser dengan koreksi Rp 150 dan Rp 110 per saham. Top losser lainnya dihuni SILO yang turun Rp 175, AKRA Rp 100, dan SSMS Rp 55 per saham.
Investor asing yang pagi tadi memulai aksi jual, sore ini juga berbalik arah. Asing memborong saham di lantai bursa dengan nett buy hingga Rp 429 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah awal pekan ini mengalami tekanan. Turun 9 poin (0,07%), kurs rupiah bertengger di level 13.640 per dollar AS.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?